Pupuk Kimia
Seperti namanya pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, Kcl atau MOP untuk hara K. Sedangkan pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung produsen dan komoditasnya.
Pupuk Organik
Kompos
Kompos, pupuk organik yang murah dan mudah dibuat. Baca: Membuat Kompos Jerami
animasi tanamanPupuk organik seperti namanya pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa orang juga mengkelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.
Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Namun, kandungan hara tersebut rendah. Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada pupuk organik yang memiliki kandungan hara tinggi atau menyamai pupuk kimia.
Buku Pupuk Organik GranulOrang sering kali menghitung kebutuhan pupuk organik berdasarkan kandungan haranya saja. Kandungan hara pupuk organik disetarakan dengan kandungan hara dari pupuk kimia yang biasa digunakan. Akibatnya kebutuhan pupuk organik jadi berlipat-lipat dibandingkan dengan dosis pupuk kimia. Sebagai contoh kompos dengan kandungan sebagai berikut: 2.79 % N, 0.52 % P2O5, 2.29 % K2O. Maka dalam 1000 kg (1 ton) kompos akan setara dengan 62 kg Urea, 14.44 kg SP 36, dan 38.17 kg MOP. Cara menghitungnya sebagai berikut:
Hara N =
(%N Kompos x 1000 kg)/%N Urea = (2.79% x 1000 kg)/45% = 62 kg
Hara P=
(%P2O5 kompos x 1000 kg)/%P2O5 SP-36 = (0.52% x 1000 kg)/36% = 14.44 kg
Hara K=
(%K2O kompos x 1000 kg)/%K2O MPO = (2.29% x 1000 kg)/60% = 38.17 kg
Misalkan padi biasanya diberi pupuk kimia dengan dosis 200 kg Urea,100 kg SP-36, dan 150kg MOP/KCl. Agar haranya sama maka kompos yang diperlukan kurang lebih sebanyak 7 ton. Dosis yang besar ini akan berimplikasi langsung terhadap biaya pemupukan. Jika dihitung biaya pemupukan dengan pupuk organik/kompos jauh lebih besar daripada biaya pemupukan dengan pupuk kimia. Belum lagi biaya untuk aplikasi kompos tersebut. Perbandingan biayanya sebagai berikut:
Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pupuk organik/kompos tidak bisa dihitung berdasarkan unsur haranya saja. Kalau Anda tidak percaya Anda bisa melakukan percobaan sederhana untuk membandingkan kedua pupuk ini. Ambil tanah, sebaiknya gunakan tanah-tanah marjinal. Masukkan ke dalam dua polybag yang ukuran dan isinya sama. Satu polybag diberi kompos dengan dosis 0.5 รข€“ 1 kg. Polybag yang lain diberi pupuk kima beberapa sendok. Ya… kira-kira kandungan haranya sebanding. Trus tanam sembarang tanaman, bisa biji cabe, tomat, cay sim, mentimum, atau tanaman-tanaman lainnya. Letakkan di tempat yang sama. Beri perlakuan penyiraman, penyiangan, dan perlakuan lainnya yang sama. Tunggu beberapa lama hingga tanaman tumbuh besar dan menghasilkan. Coba bandingkan, tanaman mana yang lebih bagus hasilnya?
Uji pupuk
Cara sederhana menguji pupuk kimia, pupuk organik, dan pupuk hayati. (A) kontrol, tanpa pemupukan sama sekali. Tanaman terlihat sangat merana. (B) Diberi pupuk kimia, tanaman tetap merana meskipun tumbuh lebih baik. (C) Diberi kompos/pupuk organik. Hasilnya jauh lebih baik. (D) Diberi pupuk organik/kompos dan biofertilizer. Tumbuhnya paling baik.
Saya hampir yakin 90% kalau tanaman yang diberi kompos akan tumbuh lebih baik daripada tanaman yang diberi pupuk kimia, meskipun kandungan haranya sebanding. Pertanyaannya adalah MENGAPA BISA DEMIKIAN????
sampuldepantumbnailOrang sering lupa bahwa selain kandungan hara, pupuk organik juga mengandung senyawa-senyawa organik lain. Meskipun kandungan haranya rendah tetapi kandungan senyawa-senyawa organik di dalam kompos ini memiliki peranan yang lebih penting dari pada peranan hara saja. Misalnya, asam humik dan asam fulvat. Kedua asam ini memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Kompos diketahui dapat meningkatkan nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Artinya tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. Tanah yang diberi kompos juga menjadi lebih gembur dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Tanah yang diberi kompos lebih banyak menyimpan air dan tidak mudah kering. Jika diamati lebih jauh, aktivitas mikroba pada tanah yang diberi kompos akan lebih tinggi daripada tanah yang tidak diberi kompos. Mikroba-mikroba ini memiliki peranan dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman. Singkat cerita, kompos dapat memperbaiki sifat kimia, sifat fisik, dan sifat biologi tanah.
Lalu bagaimana menghitung kebutuhan pupuk organik/kompos?
Sampai saat ini saya belum menemukan rumus, baik dari pengalaman saya sendiri atau dari literatur orang lain, untuk menghitung kebutuhan pupuk organik/kompos ini. Kandungan pupuk organik sangat beragam. Karakteristiknya pun bermacam-macam. Sama-sama pupuk kandang, pupuk kandang di P Jawa bisa saja sangat berbeda dengan pupuk kandang di P Sulawesi. Belum lagi hubungannya dengan jenis tanah, iklim, kondisi lingkungan, cara budidaya dan komoditas tanaman yang berbeda-beda. Umumnya dosis pupuk organik/kompos ditentukan secara empirik. Ini adalah hasil penelitian dan ujicoba. Mungkin juga pengalaman lapang petani selama bertahun-tahun.
Pupuk Organik
Contoh pupuk organik berbentuk granul yang ada dipasaran.
Dalam kondisi tertentu, pupuk organik/kompos dapat diberikan tanpa menambahkan pupuk kimia sama sekali. Cara ini dipraktekkan dalam budidaya pertanian organik. Yang lebih sering dilakukan adalah mengkombinasikan antara pupuk organik dengan pupuk kimia. Sebagian kebutuhan hara tanaman disubstitusi antara pupuk kimia dan pupuk organik. Caranya dengan menghitung berapa kombinasi yang paling ekonomis, baik dilihat dari sisi biaya maupun hasilnya. Patokan yang sering dipakai adalah 50% dosis pupuk kimia diganti dengan sejumlah pupuk organik. Dosisnya bisa 1 – 2 kg atau bahkan hingga 30 kg/pokok.
Untuk mendapatkan dosis yang paling tepat dilakukan dengan ujicoba di rumah kaca dan di lapang dalam skala yang cukup luas.
Baca juga: Kompos jerami: murah, mudah, dan cepat | Video Pengomposan Jerami
Pupuk Hayati
Contoh biofertilizer import dalam bentuk cair.
Link terkait: Penjelasan tambahan tentang mikroba untuk memperkaya kompos
animasi mikrobaNama keren pupuk hayati adalah biofertilizer. Ada yang juga menyebutnya pupuk bio. Apapun namanya pupuk hayati bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup. Sebenarnya nama pupuk kurang cocok, karena pupuk hayati tidak mengandung hara. Pupuk hayati tidak mengandung N, P, dan K. Kandungan pupuk hayati adalah mikrooganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba-mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang malarutkan hara (terutama P dan K), mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman.
Kelompok mikroba penambat N sudah dikenal dan digunakan sejak lama. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada juga yang bebas (tidak bersimbiosis). Contoh mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman antara lain adalah Rhizobium sp Sedangkan contoh mikroba penambat N yang tidak bersimbiosis adalah Azosprillium sp dan Azotobacter sp.
rhizobium02
Koloni Rhizobium yang tumbuh dalam media cawan agar.
scan0001b
Rhizobium dilihat di bawah mikroskop dengan pembesaran 30.000x
bintilo1b
Bentuk bintil akar yang terinfeksi Rhizobium.
bintil02
Bintil yang aktif jika dipecah akan berwarna merah darah (kiri), sedangkan bintil yang tidak aktif berwarna pucat (kanan)
Mikroba pelarut P dilaporkan oleh orang Rusia bernama Pikovskaya pada tahun 1948 yaitu Bacillus megatherium var. phosphaticum, dan mulai digunakan sebagai inokulum pertanian sejak tahun 1950-an Beberapa mikroba yang diketahui dapat melarutkan P dari sumber-sumber yang sukar larut ditemukan baik dari kelompok kapang/fungi seperti Penicillium sp dan Aspergillus sp, atau dari kelompok bakteri seperti Bacillus sp dan Pseudomonas sp.
Bakteri Pelarut Fosfat
Bakteri Pelarut Fosfat
Jamur Pelarut fosfat
Jamur/cendawan Pelarut Fosfat
pupuk granul fosfatalam04
Mikroba pelarut fosfat dimanfaatkan untuk memperkaya fosfat alam. Fosfat alam granul di dalam foto di atas sudah diperkaya dengan mikroba pelarut fosfat.
Baca juga: Mikroba Pelarut Fosfat untuk Memenuhi Kebutuhan Pupuk Fosfat Mikroba lain yang juga sering digunakan adalah Mikoriza, yang terdiri dari dua kelompok utama yaitu: endomikoriza dan ektomikoriza. Mikoriza bersimbiosis dengan tanaman. Secara mudahnya endomikoriza berarti mikoriza yang ada di dalam dan ektomikoriza adalah mikoriza yang ada di luar. Endomikoriza atau VAM umumnya adalah fungi tingkat rendah sedangkan ektomikoriza adalah jamur tingkat tinggi. Mikroriza memiliki peranan yang cukup komplek. Dia tidak hanya berperan membantu penyerapan hara P, tetapi juga melindungi tanaman dari serangan penyakit dan memberikan nutrisi lain bagi tanaman.
Mikoriza
Mikoriza
Mikroba yang juga sering digunakan sebagai biofertilizer adalah mikroba perangsang pertumbuhan tanaman. Mikroba dari kelompok bakteri sering disebut dengan Plant Growt Promoting Rhizobacteria (PGPR), namun sekarang juga diketahui bahwa ada juga fungi yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Bakteri yang diketahui dapat merangsang pertumbuhan tanaman antara lain adalah Pseudomonas sp, Azosprillium sp, Sedangkan fungi yang sudah diketahui adalah Trichoderma sp.
Pseudomonas sp
Pseudomonas sp, salah satu bakteri PGPR yang menghasilkan hormon.
Mikroba-mikroba bahan aktif pupuk hayati dikemas dalam bahan pembawa, bisa dalam bentuk cair atau padat. Pupuk hayati juga ada yang hanya terdiri dari satu atau beberapa mikroba saja, tetapi ada juga yang mengklaim terdiri dari bermacam-macam mikroba. Pupuk hayati ini yang kemudian diaplikasikan ke tanaman.
Saat ini dipasaran banyak beredar pupuk hayati. Sebagian mengklaim memiliki kandungan mikroba yang banyak dan lengkap dengan kemampuan luar biasa. Secara pribadi saya tidak percaya dengan biofertilizer yang memiliki banyak mikroba dan efektif di semua tempat, semua komoditas, dan semua kondisi.
Salah satu kelembahan mikroba adalah sangat tergantung dengan banyak hal. Mikroba sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya, baik lingkungan biotik maupun abiotik. Jadi biofertilizer yang cocok di daerah sub tropis belum tentu efektif di daerah tropis. Demikian juga biofertilizer yang efektif di Indonesia bagian barat, belum tentu efektif juga di wilayah Indonesia bagian timur. Mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman lebih spesifik lagi. Misalnya Rhizobium sp yang bersimbiosis dengan kedelai varietas tertentu belum tentu cocok untuk tanaman kacang-kacangan yang lain. Umumnya mikroba yang bersimbiosis berspektrum sempit.
Trend Saat Ini
Pupuk hayati, pupuk organik, dan pupuk kimia adalah jenis pupuk yang tegas perbedaanya. Namun saat ini ada kecenderungan untuk mengkombinasikan jenis-jenis pupuk tersebut. Misalnya ada produk pupuk yang menyebut dirinya pupuk NPK organik. Pupuk ini merupakan pupuk kimia yang dikombinasikan dengan pupuk organik. Ada juga yang menyebut sebagai pupuk bioorganik. Maksudnya adalah kombinasi antara pupuk organik dengan pupuk bio (hayati). Namun masih sedikit atau bahkan tidak ada yang mengkombinasikan pupuk NPK dengan pupuk hayati. Karena umumnya mikroba tidak tahan jika disatukan dengan pupuk kimia dalam konsentrasi tinggi.
Begitu banyak sekali produk-produk pupuk dipasaran. Terserah Anda akan memilih yang mana. Saya sarankan Anda memilik pupuk hayati atau pupuk organik jika memungkinkan. Karena kedua pupuk ini sejauh ini lebih ramah lingkungan.
http://isroi.wordpress.com/2008/02/26/pupuk-organik-pupuk-hayati-dan-pupuk-kimia/
Semoga site gratisan ini bukan hanya menambah literatur-literatur dalam dunia kepenulisan, tetapi juga lebih khusus untuk menambah khazanah keilmuan keislaman, karena di masa kebangkitan seperti sekarang ini (menurut sejarah islam) yang sebelumnya Islam di Andalusia (Spanyol) begitu kuat dan hebatnya, harus tunduk dan hancur oleh kaum Hulagu dari bangsa Bar-Bar, oleh karena itu kita pun di harapkan untuk selalu berkarya, baik melalui dunia kepenulisan, dunia jurnalistik maupun yang lainnya, karena memang tidak bisa kita pungkiri bahwa Islam khususnya yang ada di Indonesia ini sangat butuh dengan orang-orang yang profisional dalam bidangnya masing-masing.
Minggu, 21 Februari 2010
Virus flu burung (H5N1) merupakan momok tersendiri bagi masyarakat
Virus flu burung (H5N1) merupakan momok tersendiri bagi masyarakat, sampai saat ini belum ditemukan cara efektif untuk menghentikan virus yang sudah mematikan banyak orang ini. Di Indonesia, upaya untuk menghentikan dilakukan dengan kerja keras, namun sampai kini virus itu tetap jadi ancaman nyata yang ditakuti banyak orang.
Untuk itu, upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran virus itu merupakan langkah yang lebih baik dibanding mengobati. Pencegahannya tidak hanya sebatas penggunaan vaksinasi flu burung pada unggas, melainkan juga dengan menggunakan desinfektan yang efektif mematikan virus flu burung (H5N1) di lingkungan peternakan, pemukiman, rumah sakit dan tempat umum lain seperti sekolah.
"Pencegahan penyebaran virus flu burung masih lebih efektif diband ingkan dengan cara mengobati, karena virus ini mudah bermutasi," kata ahli patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IP B) Agus Setiyono, Senin (12/5), dalam jumpa pers, di Hotel Ciputra, Jakarta. Salah satunya dengan mencuci peralatan dan menyemprot tempat yang berisiko terkontaminasi virus H5N1 dengan desinfektan, zat kimia yang membunuh dan menghambat multiplikasi mikroorganisme yaitu bakteri, protozoa, fungi dan virus.
Menurut Direktur Eksekutif Magna International Singapore, produsen sebuah produk desinfektan, Nelson Cheng , penggunaan desinfektan bisa membantu individu, rumah sakit dan peternak ayam untuk mengendalikan pandemi. Desinfektan jenis deterjen kationik diharapkan mampu memutus mata rantai penularan virus H5N1. Apalagi, kemasannya mudah dibawa bagi individu, cukup menyemprotkan, praktis dan efisien.
Agus menyatakan, setelah melalui beberapa uji laboratorium, desinfektan kategori deterjen kationik memang terbukti seratus persen efektif membunuh virus flu burung. Metode pengujian yang dilakukan adalah, pupukan virus H5N1 pada media telu r embrio tertunas (TET) yang diberikan desinfektan itu dengan konsentrasi seratus persen sebagai bahan obat yang diuji. Penyiapannya dilakukan dengan mengencerkan desinfektan itu yang perbandingannya 1 banding 1. Pengenceran dilakukan dengan H2O murni ditambahkan antibiotik.
Kemudian, dari setiap pengenceran ditambah dua mililiter pupukan virus H5N1. Setelah itu, campuran tersebut diinkubasikan selama 15 menit pada suhu 37 derajat celsius. Selanjutnya, campuran yang diinkubasi diambil sebanyak 0,2 mililiter untuk diinoklulasikan ke dalam TET yang berusia 11 hari melalui rute r uang alantois. Selanjutnya, semua pupukan itu dimasukkan ke dalam inkubator pada suhu 37 derajat celsius, dan dilakukan pengamatan tiap hari dengan cara meneropong telur-telur itu.
Pengamatan dihentikan jika embrio pada TET telah mati. Selanjutnya, telur yang embrionya telah mati ini diambil cairan alantoisnya untuk dilakukan pemeriksaan rapid test dengan menggunakan serum standar AI. Hasilnya, desinfektan itu mampu membunuh vi rus H5N1 dengan konsentrasi seratus persen.
Untuk itu, upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran virus itu merupakan langkah yang lebih baik dibanding mengobati. Pencegahannya tidak hanya sebatas penggunaan vaksinasi flu burung pada unggas, melainkan juga dengan menggunakan desinfektan yang efektif mematikan virus flu burung (H5N1) di lingkungan peternakan, pemukiman, rumah sakit dan tempat umum lain seperti sekolah.
"Pencegahan penyebaran virus flu burung masih lebih efektif diband ingkan dengan cara mengobati, karena virus ini mudah bermutasi," kata ahli patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IP B) Agus Setiyono, Senin (12/5), dalam jumpa pers, di Hotel Ciputra, Jakarta. Salah satunya dengan mencuci peralatan dan menyemprot tempat yang berisiko terkontaminasi virus H5N1 dengan desinfektan, zat kimia yang membunuh dan menghambat multiplikasi mikroorganisme yaitu bakteri, protozoa, fungi dan virus.
Menurut Direktur Eksekutif Magna International Singapore, produsen sebuah produk desinfektan, Nelson Cheng , penggunaan desinfektan bisa membantu individu, rumah sakit dan peternak ayam untuk mengendalikan pandemi. Desinfektan jenis deterjen kationik diharapkan mampu memutus mata rantai penularan virus H5N1. Apalagi, kemasannya mudah dibawa bagi individu, cukup menyemprotkan, praktis dan efisien.
Agus menyatakan, setelah melalui beberapa uji laboratorium, desinfektan kategori deterjen kationik memang terbukti seratus persen efektif membunuh virus flu burung. Metode pengujian yang dilakukan adalah, pupukan virus H5N1 pada media telu r embrio tertunas (TET) yang diberikan desinfektan itu dengan konsentrasi seratus persen sebagai bahan obat yang diuji. Penyiapannya dilakukan dengan mengencerkan desinfektan itu yang perbandingannya 1 banding 1. Pengenceran dilakukan dengan H2O murni ditambahkan antibiotik.
Kemudian, dari setiap pengenceran ditambah dua mililiter pupukan virus H5N1. Setelah itu, campuran tersebut diinkubasikan selama 15 menit pada suhu 37 derajat celsius. Selanjutnya, campuran yang diinkubasi diambil sebanyak 0,2 mililiter untuk diinoklulasikan ke dalam TET yang berusia 11 hari melalui rute r uang alantois. Selanjutnya, semua pupukan itu dimasukkan ke dalam inkubator pada suhu 37 derajat celsius, dan dilakukan pengamatan tiap hari dengan cara meneropong telur-telur itu.
Pengamatan dihentikan jika embrio pada TET telah mati. Selanjutnya, telur yang embrionya telah mati ini diambil cairan alantoisnya untuk dilakukan pemeriksaan rapid test dengan menggunakan serum standar AI. Hasilnya, desinfektan itu mampu membunuh vi rus H5N1 dengan konsentrasi seratus persen.
Sabtu, 20 Februari 2010
Beasiswa Brunei 2010
January 19, 2010
Negara Brunei Darussalam menerima setiap tahun mahasiswa dari indonesia.
Keterangan beasisiwa;
Penerima beasiswa akan diberikan :
1. Tunjangan sara Hidup B$ 500,00(1Brunei Dollar = Rp5100) setiap bulan
2. Uang Buku B$ 300 ( persemester)
3. Uang Kaca Mata $150 (satu ka...li)
4. Gratis biaya kesehatan, semua ditanggung oleh kerajaan Brunei Darussalam.
6. Disediakan asrama dan tempat tinggal secara cuma-cuma.
7. Disediakan Makan 3x sehari (gratis)
8. Tiket penerbangan setiap 2 tahun sekali
Jurusan yang Ada;
- Msc Petroleum Geoscience, Phd Petroleum
- MBA
- MPP (master Public policy)
- Med ( By reasech or dessertation)
- BA. Education(s1)
- BA. Pendidikan(s1)
- Sarjana muda Syariah (s1)
- MA. Syariah (by reaseach)
- Sarjana muda Ushuluddin (s1)
- sarjana Muda Bhs Arab
- BA. Economics
- BA. Public Policy
- dan lain lain
untuk informasi boleh di :
Kedutaan Brunei Darussalam di Indonesia;
Wisma GKBI jl. rasuna said. lt 19
Jakarta Pusat
keindahan\\FB
Keindahan dan kesejukan mewarnai Hamba-Hamba Allah yang mabuk dalam genggaman RahmatNya, menyusun bait-bait keindahan yang tak ada habisnya bertumbuhan di muka bumi. Begitupun dengan Hamba Allah yang sedang jatuh cinta di pelaminan ilmu-ilmu Allah yang tak terbatas dan sungguh hebat kewibawaannya, sampai-sampai tertegun dengan keluasan ilmuNya
Rabu, 16 Desember 2009
Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri.
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN
A. JUDUL PROGRAM
Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri.
B. LATAR BELAKANG
Melihat perkembangan ekonomi saat ini, banyak lulusan Perguruan tinggi yang menjadi pengangguran, hal itu disebabkan sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia dibandingkan dengan pencari kerja. Hal itu juga dipicu oleh paradigma berfikir bahwa para lulusan Perguruan Tinggi saat ini yang menganggap orang gajian lebih baik, lebih menjamin kelangsungan hidup daripada membuka usaha sendiri yang memiliki resiko tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi.
Salah satu alternative yang dapat mengatasi masalah pengangguran yang semakin menjamur saat ini adalah dengan membuka usaha sendiri atau berwira usaha. Dengan berwirausaha kita dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri, dimana dalam membuka usaha ini membutuhkan modal, berani mengambil resiko, optimis terhadap usaha yang dijalankan dan sungguh-sungguh menjalankan usaha. Tanpa kita sadari kita telah membuka peluang untuk pengangguran mendapatkan pekerjaan.
Dari sinilah berawal terjadinya perubahan paradigma yang berkembang di masyarakat. Maka dari itu, para lulusan sibuk mencari pusat-pusat pelatihan kewirausahaan yang dapat membuka cakrawala berfikir, sehingga dapat melahirkan ide-ide cemerlang yang diwujudkan dalam bentuk usaha. Dari kondisi inilah kami berinisiatif untuk membuka usaha pengolahaan buah kelapa menjadi kembang gula kelapa KMM (Karya Mahasiswa Mandiri) sebagai industri rumah tangga. Kembang gula kelapa ini memiliki ciri khas yang unik untuk cemilan dan sangat disukai oleh anak-anak bahkan orang dewasa.
Hasil pengamatan kami di pasaran kota Padang khususnya dan Sumbar pada umumnya , belum ada produsen yang bergerak untuk memproduksi kembang gula kelapa ini. Selama ini kembang gula kelapa hanya dibuat untuk makanan atau oleh-oleh ketika hari besar agama tiba. Sedangkan banyak masyarakat yang menyukai kembang gula ini, sehingga kami tertarik untuk memulai usaha produksi kembang gula kelapa.
C. PERUMUSAN MASALAH
a. Tingginya produksi kelapa didaerah Sumbar, perlu modifikasi produk kelapa
menjadi makanan ringan kembang gula kelapa
b. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengolahan kelapa menjadi cemilan cepat saji
c. Belum adanya produsen yang bergerak dibidang usaha kembang gula di kota Padang.
D. TUJUAN PROGRAM
1. Pengembangan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa sejak dini
2. Menumbuhkan kreatifitas dan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan kembang gula kelapa.
3. Melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan manajerial dalam suatu usaha
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dari kegiatan PKMK ini, luaran yang diharapkan adalah agar kreatifitas dan keterampilan mahasiswa dapat berkembang menjadi wirausahawan terlatih sehingga siap terjun pada dunia usaha, sekaligus dapat mengembangkan usaha kembang gula kelapa yang sangat disukai.
F. KEGUNAAN PROGRAM
1. Meningkatkan jiwa kewirausahaan
2. Menumbuhkan kreatifitas dan keterampilan mahasiswa
3. Menciptakan pengalaman dalam berwirausaha serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan skala kecil.
G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Kembang gula kelapa ini memiliki ciri khas yang unik untuk cemilan, dan sangat disukai oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Kembang kelapa juga memiliki daya tahan yang cukup lama ± 1 bulan, selain itu proses pengolahannya juga cukup mudah dan mengandung protein nabati yang cukup tinggi.
Ciri-ciri khas dari kembang kelapa yaitu; bentuknya yang mirip dengan bunga mawar diolesi dengan coklat dan penuh warna-warni dengan mutiara. Berat kambang gula yaitu ± 20 gr. Design dari kembang gula ini yaitu dibungkus dengan plastik bergambar agar kemasannya lebih unik dan dapat menarik konsumen.
Dari pengamatan kami di pasaran kota Padang, belum ada produsen yang bergerak untuk memproduksi kembang gula kelapa ini. Selama ini kembang gula kelapa hanya dibuat untuk makanan atau oleh-oleh ketika hari besar agama tiba. Sedangkan banyak masyarakat yang menyukai kembang gula ini, sehingga kami tertarik untuk memulai usaha produksi kembang gula kelapa.
H. METODE PELAKSANAAN
1. Alat dan Bahan
a. Alat
Pemarut
Ember
Sendok goreng
Sendok cetak
Kuali
Kompor minyak
Oven
Kertas Kap
b. Bahan
Kelapa muda
Coklat
Gula
Pewarna alami
Mutiara kue
2. Metoda Kerja
A. Metode dalam pembuatan kue kembang gula
Ada beberapa fase dalam pembuatan kue kembang gula
1. Fase pertama
a. Pembuatan Pewarna Alami
Pewarna alami ini di buat dengan menggunakan daun pandan. Adapun cara pembuatannya yaitu daun pandan diblender dan diekstrasi sehingga diambil sarinya dan di tambahkan air secukupnya, kemudian dilakukan penyaringan.
b. Pembuatan kelapa parutan
Kelapa agak tua diparut dan dikeluarkan dari tempurung sesuai dengan ukuran pemarutnya. Kemudian dimasukkan kedalam ember.
c. Pencampuran bahan
Campurkan kelapa, gula, dan pewarna alami sampai merata atau homogen.
d. Penyangraian
Campuran yang telah homogen tersebut disangrai di atas kompor ± 15 menit sampai kering dan bisa di cetak.
2. Fase Kedua
a. Pencetakan
Setelah melakukan sangrai,kue kembang gula dicetak ke dalam kertas kap kue.
b. Pengeringan
Pengeringan dilakukan didalam oven dan diangkat setelah kue terlihat kering.
c. Modifikasi bentuk
Modifikasi bentuk ini dilakukan agar kue kembang gula ini kelihatan lebih menarik. Caranya yaitu : kue yang telah keluar dari oven dilelehkan dengan coklat bagian atas, serta di taburkan dengan mutiara kue.
Adapun Diagram pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Fase pertama
2. Fase kedua
b. Pengemasan
Kemasan produk ini diberi label “Karya Mahasiswa Mandiri (KMM)” dengan design yang menarik.
c. Penyediaan tempat produksi
Kembang gula di produksi dengan menggunakan jasa rumah kos yang beralamat di Jl. Irigasi No. 51, RT 01/RW 01 Pasar Baru, Kec. Pauh Padang. Lokasi ini merupakan tempat kos penulis yang dekat dengan lokasi pemasaran yang strategis dengan lokasi kampus, Pasar Raya, dan tempat wisata .
Pembagian tugas dari masing-masing anggota yaitu sebagai penanggung jawab produksi, penanggung jawab pemasaran dan penanggung jawab keuangan.
d. Pemasaran
Pemasaran kue kembang kelapa ditujukan untuk anak-anak hingga orang dewasa karena kembang gula ini cukup digemari sebagai cemilan ringan. lokasi pemasaran ditempatkan pada kafe-kafe di lingkungan pada setiap fakultas Universitas Andalas, di sekitar tempat produksi, koridor kampus, di rumah-rumah kos, di mini market, dan warung-warung sekitar pasar baru. Pemilihan lokasi ini karena berdekatan dengan tempat tinggal para mahasiswa. kesukaan mahasiswa dalam mengemil di saat-saat senggang merupakan sasaran utama dalam penjualan produk.
I. JADWAL KEGIATAN
No Kegiatan 1 2 3
1 Persiapan kegiatan
Persiapan alat
Pembelian bahan
2 pelaksanaan
pembuatan
3 pemasaran
promosi
4 Pembuatan laporan
J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA PELAKSANA
1. Ketua Pelaksana
a. Nama : Eka Oktaviana
b. NIM/tahun : 06162007/2006
c. Tempat/tgl lahir : Kp. Ladang, 4 Oktober 1988
d. Alamat /telp : Jl. Tunggang, Kel. Pasar Ambacang No. 36 ,
RW 2/RT 5 Telp/HP: 081363530302
e. Jurusan/Prodi : Nutrisi dan Makanan Ternak
f. Karya Ilmiah :
- Bioarang sampah TPA Sebagai Sumber Energi Alternatif (2009)
- Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri (2009)
2. Anggota Pelaksana
a. Nama : Evi Yulianti
b. NIM/Tahun : 06162004/2006
c. Tempat/tgl lahir : Marike, 14 September 1987
d. Alamat /telp : Jl. Irigasi No. 51, RT 01/RW 01, Pasar Baru.
e. Jurusan/Prodi : Nutrisi dan Makanan Ternak
f. Karya Ilmiah :
Biogas Jerami Padi sebagai Sumber Energi Alternatif di Sumatera Barat (2009)
Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri (2009)
3. Anggota Pelaksana
a. Nama : Azhari Nuridinar
b. NIM/tahun : 05163023/2005
c. Tempat/tgl lahir : Pariaman, 28 Pebruari 1987
d. Alamat /telp : Jln. Batusangkar V no 850 Siteba, Padang 25146.
Telp/HP : (0751) 461204/ 085274019697
e. Jurusan /Prodi : Produksi Ternak/Teknologi Hasil Ternak
f. Karya Ilmiah :
- Bioarang Sebagai Sumber Energi Alternatif Pengganti Minyak Tanah Yang Murah Dan Ramah Lingkungan (2007).
- Teknologi Penyamakan Kulit (2007)
- Meraih Peluang Pasar Keripik Bayam di Kota Padang (2008).
- Dampak Aplikasi Komputer di Perguruan Tinggi. (2008)
- Pengenalan Budaya Minang Kabau melalui kreasi Sablon (2009).
- Aplikasi Biogas dari Isi Rumen Mengatasi Masalah Limbah di Rumah Potong Hewan (RPH) (2009).
K. NAMA DAN BIODATA PEMBIMBING
a. Nama : Dr. Ir. Ahadiyah Yuniza, MS
b. NIP/Gol. Pangkat : 131691905/IV a
c. Jabatan Struktural : S3/Lektor Kepala
d. Tempat/tgl lahir : Jakarta/23 Juni 1963
e. Bidang keahlian : Non Ruminansia
f. Alamat/ telp : Komp. Perumahan Unand Blok B III/02/10 Limau Manis Padang.Telp/HP : 0751-72924
g. Jurusan : Nutrisi dan Makanan Ternak
h. Karya Ilmiah :
- Pengaruh Jenis Kelamin dan Tingkat Substitusi Dedak Halus dalam Ransum Komersial terhadap Perkembangan Alat Pencernaan Ayam Kampung (Tahun 1985).
- Potensi dan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Limbah Industri Pertanian Sebagai Makanan Ternak di Kotamadya Padang (Tahun 1993).
- Penggunaan Daging Bekicot (Achatina Fulica) dalam Ransum Ayam Buras (Tahun 1994).
- Pengaruh Substitusi Ransum Starter dengan Tinja Ayam Petelur Terhadap Performance Ayam Buras (Tahun 1995).
- Efisiensi Penggunaan Energi Sehubungan dengan Kebutuhan Hidup Pokok Ayam Buras pada Periode Pertumbuhan (Tahun 1996).
- Respons Ayam Broiler di Didaerah Tropik terhadap Kelebihan asupan Energi dalam Upaya Menurunkan Kandungan Lemak Abdominal (Tahun 2002).
- Penelitian Pendahuluan Pola Pertumbuhan Differensial Ayam Broiler di Daerah Tropik (Tahun 2003).
- Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kulit Manis Dalam Ransum Terhadap Performa Broiler (Tahun 2003).
- Penggunaan Tepung Buah Mengkudu dalam Ransum Broiler (Tahun 2004)
- Upaya Penurunan Lemak Tubuh Ayam Broiler Melalui Suplementasi Prekursor Karnitin Dalam Ransum Komersial Periode Grower (Tahun 2005)
- Penggunaan Energi di Atas Kebutuhan Hidup Pokok Pada Ayam Broiler Selama Umur 2-6 Minggu di Daerah Tropis (Tahun 2006)
L. RENCANA BIAYA
Biaya yang dibutuhkan dalam usaha kembang gula kelapa ini terdiri dari :
a. Biaya Pra operasional sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya survey pasar dan izin.
b. Biaya Investasi peralatan sebesar Rp. 2.193.250,-
c. Biaya produksi perbulan sebesar Rp. 1.804.000,-
Sehingga total biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 4.497.250 (empat juta empat ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus lima puluh rupiah).
Rincian biaya adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan biaya produksi 3.000 kembang gula per minggu
Biaya pengeluarananya :
a. Kelapa 30 buah @ Rp 3000,- = Rp 90.000,-
b. Gula 15 Kg @ Rp 10000,- = Rp 150.000,-
c. Kertas kup 3 bungkus @ 15000 = Rp 45.000,-
d. Minyak tanah 6 Liter @ 3500 = Rp 21.000,-
e. Kantong Plastik = Rp 30.000,-
f. Mutiara kue 5 Ons = Rp 30.000,-
g. Coklat batang 3 bungkus @ 15.000 = Rp 45.000,-
h. Biaya pemasaran = Rp 40.000,-
Total = Rp 451.000,-
2. Pendapatan per 1 kali produksi
Dari 1 buah kelapa dapat diproduksi 50 buah kue kembang gula. Maka untuk 30 buah kelapa, produksinya 1500 buah kue dengan harga kue @ 500,- . Jadi pendapatan yang dihasilkan untuk 1 periode produksi adalah :
1500 buah kue X Rp 500,- /buah = Rp 750.000,-
Dari pendapatan yang diperoleh selama 1 periode dapat diperoleh keuntungan :
Total Pendapatan – Biaya Pengeluaran =
Rp. 750.000,- Rp. 451.000,- = Rp. 299.000,-
Apabila dalam 1 bulan dilakukan 4 kali produksi, jadi keuntungan yang diperoleh adalah :
Rp. 299.000,- × 4 = Rp. 1.196.000,-
3. Biaya Investasi Usaha Kembang Gula Kelapa KMM
No. Kegiatan Akun Banyak Harga/Rp/@ Sub Total Harga
Biaya Investasi
1. Pembelian kuali 1 Rp. 30.000,- Rp. 30.000,-
2. Sendok goreng 2 Rp. 10.000,- Rp. 20.000,-
3. Sendok cetak 2 Rp. 10.000,- Rp. 20.000,-
4. Parang 1 Rp. 50.000,- Rp. 50.000,-
5. Pisau 1 Rp. 9.750,- Rp. 9.750,-
6. Baskom 1 Rp. 10.500,- Rp. 10.500,-
7. Ember 1 Rp. 20.000,- Rp. 20.000,-
8. Wadah plastik 4 Rp. 50.000,- Rp. 200.000,-
9. Nampan 3 Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-
10. Kompor Hock 2 Rp. 175.000,- Rp. 350.000,-
11. Oven 2 Rp. 500.000,- Rp.1.000.000,-
12 Sewa tempat 1 kamar Rp. 150.000,- Rp. 150.000,-
13. Staples+isi 1 Rp. 20.000,- Rp. 20.000,-
14. Blender 1 Rp. 120.000,- Rp 120.000,-
15. Sarung tangan 3 Rp. 3.000,- Rp 9.000,-
16. Serbet 3 Rp 3.000,- Rp 9.000,-
17. Alat tulis Rp. 100.000,-
18. Pemarut 3 Rp 5.000,- Rp. 15.000,-
Total Rp. 2.193.250,-
Biaya produksi per buah = Modal /jumlah produksi
= Rp 451.000,- /1500 buah
= Rp 300,67,- /buah
Harga jual = Rp 500,-
Laba yang diperoleh/buahnya = Rp 500,- Rp 300,67,- = Rp 199,33,-
Total laba = Rp 199,33,- x 1.500
= Rp 298.995,-
Perkiraan Break Even Point (BEP)
BEP dicapai bila total penerimaan = total biaya produksi
TC = TR
C x Q1 = P x Q2
Rp. 300,67,- x 1.500 = Rp. 500,- x Q2
Rp 451.000 = Rp. 500,- x Q2
Q2 = 902
% BEP = Q2/Q1 x 100%
= 902/1.500 x 100%
= 60,13%
Keterangan : TC = Total Cost (Total biaya produksi)
TR = Total Revenue (Total penerimaan)
C = Cost (Biaya/unit)
P = Price (Harga jual /unit)
Q1 = Quantity (Jumlah barang yang diproduksi)
Q2 = Quantity (Jumlah minimal barang yang harus dijual agar
tercapai BEP
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Kembang Gula Kelapa “KKM” Home
Industri
2. Bidang Kegiatan : PKMK
3. Bidang Ilmu : Sosial Ekonomi
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Eka Oktaviana
b. NIM : 06 162 007
c. Jurusan/Program Studi : Nutrisi dan Makanan Ternak
d. Universitas : Universitas Andalas
e. Alamat Rumah dan No Telp/HP : Jl Tunggang, Kel Pasar Ambacang No
36 RT 02 RW 03,081363530302
f. Alamat Email : ek4_okta@yahoo.co.id
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama lengkap dan Gelar : Dr, Ir Ahadiyah Yuniza, MS
b. NIP : 131 691 905
c. Alamat Rumah dan No Telp/HP : Komp Perumahan Unand Blok B/III/02/
10 Limau Manis Padang (0751) 72924
6.Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 4.497.250,-
b. Sumber Lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan
Padang, 15 Oktober 2009
Ketua Pelaksana
(Eka Oktaviana)
NIM. 06162007
Pembantu Rektor
Bidang Kemahasiswaan
(Dr. Ir. Badrul Mustafa Kemal, DEA)
NIP. 131642017
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
Judul Program
KEMBANG GULA KELAPA “KMM” HOME INDUSTRI
Bidang Kegiatan
PKM Kewirausahaan
DIUSULKAN OLEH :
EKA OKTAVIANA 06 162 007 (Ketua Pelaksana)
EVI YULIANTI 06 162 004 (Anggota Pelaksana)
AZHARI NURIDINAR 05 163 023 (Anggota Pelaksana)
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2009
A. JUDUL PROGRAM
Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri.
B. LATAR BELAKANG
Melihat perkembangan ekonomi saat ini, banyak lulusan Perguruan tinggi yang menjadi pengangguran, hal itu disebabkan sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia dibandingkan dengan pencari kerja. Hal itu juga dipicu oleh paradigma berfikir bahwa para lulusan Perguruan Tinggi saat ini yang menganggap orang gajian lebih baik, lebih menjamin kelangsungan hidup daripada membuka usaha sendiri yang memiliki resiko tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi.
Salah satu alternative yang dapat mengatasi masalah pengangguran yang semakin menjamur saat ini adalah dengan membuka usaha sendiri atau berwira usaha. Dengan berwirausaha kita dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri, dimana dalam membuka usaha ini membutuhkan modal, berani mengambil resiko, optimis terhadap usaha yang dijalankan dan sungguh-sungguh menjalankan usaha. Tanpa kita sadari kita telah membuka peluang untuk pengangguran mendapatkan pekerjaan.
Dari sinilah berawal terjadinya perubahan paradigma yang berkembang di masyarakat. Maka dari itu, para lulusan sibuk mencari pusat-pusat pelatihan kewirausahaan yang dapat membuka cakrawala berfikir, sehingga dapat melahirkan ide-ide cemerlang yang diwujudkan dalam bentuk usaha. Dari kondisi inilah kami berinisiatif untuk membuka usaha pengolahaan buah kelapa menjadi kembang gula kelapa KMM (Karya Mahasiswa Mandiri) sebagai industri rumah tangga. Kembang gula kelapa ini memiliki ciri khas yang unik untuk cemilan dan sangat disukai oleh anak-anak bahkan orang dewasa.
Hasil pengamatan kami di pasaran kota Padang khususnya dan Sumbar pada umumnya , belum ada produsen yang bergerak untuk memproduksi kembang gula kelapa ini. Selama ini kembang gula kelapa hanya dibuat untuk makanan atau oleh-oleh ketika hari besar agama tiba. Sedangkan banyak masyarakat yang menyukai kembang gula ini, sehingga kami tertarik untuk memulai usaha produksi kembang gula kelapa.
C. PERUMUSAN MASALAH
a. Tingginya produksi kelapa didaerah Sumbar, perlu modifikasi produk kelapa
menjadi makanan ringan kembang gula kelapa
b. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengolahan kelapa menjadi cemilan cepat saji
c. Belum adanya produsen yang bergerak dibidang usaha kembang gula di kota Padang.
D. TUJUAN PROGRAM
1. Pengembangan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa sejak dini
2. Menumbuhkan kreatifitas dan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan kembang gula kelapa.
3. Melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan manajerial dalam suatu usaha
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Dari kegiatan PKMK ini, luaran yang diharapkan adalah agar kreatifitas dan keterampilan mahasiswa dapat berkembang menjadi wirausahawan terlatih sehingga siap terjun pada dunia usaha, sekaligus dapat mengembangkan usaha kembang gula kelapa yang sangat disukai.
F. KEGUNAAN PROGRAM
1. Meningkatkan jiwa kewirausahaan
2. Menumbuhkan kreatifitas dan keterampilan mahasiswa
3. Menciptakan pengalaman dalam berwirausaha serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan skala kecil.
G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Kembang gula kelapa ini memiliki ciri khas yang unik untuk cemilan, dan sangat disukai oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Kembang kelapa juga memiliki daya tahan yang cukup lama ± 1 bulan, selain itu proses pengolahannya juga cukup mudah dan mengandung protein nabati yang cukup tinggi.
Ciri-ciri khas dari kembang kelapa yaitu; bentuknya yang mirip dengan bunga mawar diolesi dengan coklat dan penuh warna-warni dengan mutiara. Berat kambang gula yaitu ± 20 gr. Design dari kembang gula ini yaitu dibungkus dengan plastik bergambar agar kemasannya lebih unik dan dapat menarik konsumen.
Dari pengamatan kami di pasaran kota Padang, belum ada produsen yang bergerak untuk memproduksi kembang gula kelapa ini. Selama ini kembang gula kelapa hanya dibuat untuk makanan atau oleh-oleh ketika hari besar agama tiba. Sedangkan banyak masyarakat yang menyukai kembang gula ini, sehingga kami tertarik untuk memulai usaha produksi kembang gula kelapa.
H. METODE PELAKSANAAN
1. Alat dan Bahan
a. Alat
Pemarut
Ember
Sendok goreng
Sendok cetak
Kuali
Kompor minyak
Oven
Kertas Kap
b. Bahan
Kelapa muda
Coklat
Gula
Pewarna alami
Mutiara kue
2. Metoda Kerja
A. Metode dalam pembuatan kue kembang gula
Ada beberapa fase dalam pembuatan kue kembang gula
1. Fase pertama
a. Pembuatan Pewarna Alami
Pewarna alami ini di buat dengan menggunakan daun pandan. Adapun cara pembuatannya yaitu daun pandan diblender dan diekstrasi sehingga diambil sarinya dan di tambahkan air secukupnya, kemudian dilakukan penyaringan.
b. Pembuatan kelapa parutan
Kelapa agak tua diparut dan dikeluarkan dari tempurung sesuai dengan ukuran pemarutnya. Kemudian dimasukkan kedalam ember.
c. Pencampuran bahan
Campurkan kelapa, gula, dan pewarna alami sampai merata atau homogen.
d. Penyangraian
Campuran yang telah homogen tersebut disangrai di atas kompor ± 15 menit sampai kering dan bisa di cetak.
2. Fase Kedua
a. Pencetakan
Setelah melakukan sangrai,kue kembang gula dicetak ke dalam kertas kap kue.
b. Pengeringan
Pengeringan dilakukan didalam oven dan diangkat setelah kue terlihat kering.
c. Modifikasi bentuk
Modifikasi bentuk ini dilakukan agar kue kembang gula ini kelihatan lebih menarik. Caranya yaitu : kue yang telah keluar dari oven dilelehkan dengan coklat bagian atas, serta di taburkan dengan mutiara kue.
Adapun Diagram pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Fase pertama
2. Fase kedua
b. Pengemasan
Kemasan produk ini diberi label “Karya Mahasiswa Mandiri (KMM)” dengan design yang menarik.
c. Penyediaan tempat produksi
Kembang gula di produksi dengan menggunakan jasa rumah kos yang beralamat di Jl. Irigasi No. 51, RT 01/RW 01 Pasar Baru, Kec. Pauh Padang. Lokasi ini merupakan tempat kos penulis yang dekat dengan lokasi pemasaran yang strategis dengan lokasi kampus, Pasar Raya, dan tempat wisata .
Pembagian tugas dari masing-masing anggota yaitu sebagai penanggung jawab produksi, penanggung jawab pemasaran dan penanggung jawab keuangan.
d. Pemasaran
Pemasaran kue kembang kelapa ditujukan untuk anak-anak hingga orang dewasa karena kembang gula ini cukup digemari sebagai cemilan ringan. lokasi pemasaran ditempatkan pada kafe-kafe di lingkungan pada setiap fakultas Universitas Andalas, di sekitar tempat produksi, koridor kampus, di rumah-rumah kos, di mini market, dan warung-warung sekitar pasar baru. Pemilihan lokasi ini karena berdekatan dengan tempat tinggal para mahasiswa. kesukaan mahasiswa dalam mengemil di saat-saat senggang merupakan sasaran utama dalam penjualan produk.
I. JADWAL KEGIATAN
No Kegiatan 1 2 3
1 Persiapan kegiatan
Persiapan alat
Pembelian bahan
2 pelaksanaan
pembuatan
3 pemasaran
promosi
4 Pembuatan laporan
J. NAMA DAN BIODATA KETUA SERTA ANGGOTA PELAKSANA
1. Ketua Pelaksana
a. Nama : Eka Oktaviana
b. NIM/tahun : 06162007/2006
c. Tempat/tgl lahir : Kp. Ladang, 4 Oktober 1988
d. Alamat /telp : Jl. Tunggang, Kel. Pasar Ambacang No. 36 ,
RW 2/RT 5 Telp/HP: 081363530302
e. Jurusan/Prodi : Nutrisi dan Makanan Ternak
f. Karya Ilmiah :
- Bioarang sampah TPA Sebagai Sumber Energi Alternatif (2009)
- Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri (2009)
2. Anggota Pelaksana
a. Nama : Evi Yulianti
b. NIM/Tahun : 06162004/2006
c. Tempat/tgl lahir : Marike, 14 September 1987
d. Alamat /telp : Jl. Irigasi No. 51, RT 01/RW 01, Pasar Baru.
e. Jurusan/Prodi : Nutrisi dan Makanan Ternak
f. Karya Ilmiah :
Biogas Jerami Padi sebagai Sumber Energi Alternatif di Sumatera Barat (2009)
Kembang Gula Kelapa “KMM” Home Industri (2009)
3. Anggota Pelaksana
a. Nama : Azhari Nuridinar
b. NIM/tahun : 05163023/2005
c. Tempat/tgl lahir : Pariaman, 28 Pebruari 1987
d. Alamat /telp : Jln. Batusangkar V no 850 Siteba, Padang 25146.
Telp/HP : (0751) 461204/ 085274019697
e. Jurusan /Prodi : Produksi Ternak/Teknologi Hasil Ternak
f. Karya Ilmiah :
- Bioarang Sebagai Sumber Energi Alternatif Pengganti Minyak Tanah Yang Murah Dan Ramah Lingkungan (2007).
- Teknologi Penyamakan Kulit (2007)
- Meraih Peluang Pasar Keripik Bayam di Kota Padang (2008).
- Dampak Aplikasi Komputer di Perguruan Tinggi. (2008)
- Pengenalan Budaya Minang Kabau melalui kreasi Sablon (2009).
- Aplikasi Biogas dari Isi Rumen Mengatasi Masalah Limbah di Rumah Potong Hewan (RPH) (2009).
K. NAMA DAN BIODATA PEMBIMBING
a. Nama : Dr. Ir. Ahadiyah Yuniza, MS
b. NIP/Gol. Pangkat : 131691905/IV a
c. Jabatan Struktural : S3/Lektor Kepala
d. Tempat/tgl lahir : Jakarta/23 Juni 1963
e. Bidang keahlian : Non Ruminansia
f. Alamat/ telp : Komp. Perumahan Unand Blok B III/02/10 Limau Manis Padang.Telp/HP : 0751-72924
g. Jurusan : Nutrisi dan Makanan Ternak
h. Karya Ilmiah :
- Pengaruh Jenis Kelamin dan Tingkat Substitusi Dedak Halus dalam Ransum Komersial terhadap Perkembangan Alat Pencernaan Ayam Kampung (Tahun 1985).
- Potensi dan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Limbah Industri Pertanian Sebagai Makanan Ternak di Kotamadya Padang (Tahun 1993).
- Penggunaan Daging Bekicot (Achatina Fulica) dalam Ransum Ayam Buras (Tahun 1994).
- Pengaruh Substitusi Ransum Starter dengan Tinja Ayam Petelur Terhadap Performance Ayam Buras (Tahun 1995).
- Efisiensi Penggunaan Energi Sehubungan dengan Kebutuhan Hidup Pokok Ayam Buras pada Periode Pertumbuhan (Tahun 1996).
- Respons Ayam Broiler di Didaerah Tropik terhadap Kelebihan asupan Energi dalam Upaya Menurunkan Kandungan Lemak Abdominal (Tahun 2002).
- Penelitian Pendahuluan Pola Pertumbuhan Differensial Ayam Broiler di Daerah Tropik (Tahun 2003).
- Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kulit Manis Dalam Ransum Terhadap Performa Broiler (Tahun 2003).
- Penggunaan Tepung Buah Mengkudu dalam Ransum Broiler (Tahun 2004)
- Upaya Penurunan Lemak Tubuh Ayam Broiler Melalui Suplementasi Prekursor Karnitin Dalam Ransum Komersial Periode Grower (Tahun 2005)
- Penggunaan Energi di Atas Kebutuhan Hidup Pokok Pada Ayam Broiler Selama Umur 2-6 Minggu di Daerah Tropis (Tahun 2006)
L. RENCANA BIAYA
Biaya yang dibutuhkan dalam usaha kembang gula kelapa ini terdiri dari :
a. Biaya Pra operasional sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya survey pasar dan izin.
b. Biaya Investasi peralatan sebesar Rp. 2.193.250,-
c. Biaya produksi perbulan sebesar Rp. 1.804.000,-
Sehingga total biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 4.497.250 (empat juta empat ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus lima puluh rupiah).
Rincian biaya adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan biaya produksi 3.000 kembang gula per minggu
Biaya pengeluarananya :
a. Kelapa 30 buah @ Rp 3000,- = Rp 90.000,-
b. Gula 15 Kg @ Rp 10000,- = Rp 150.000,-
c. Kertas kup 3 bungkus @ 15000 = Rp 45.000,-
d. Minyak tanah 6 Liter @ 3500 = Rp 21.000,-
e. Kantong Plastik = Rp 30.000,-
f. Mutiara kue 5 Ons = Rp 30.000,-
g. Coklat batang 3 bungkus @ 15.000 = Rp 45.000,-
h. Biaya pemasaran = Rp 40.000,-
Total = Rp 451.000,-
2. Pendapatan per 1 kali produksi
Dari 1 buah kelapa dapat diproduksi 50 buah kue kembang gula. Maka untuk 30 buah kelapa, produksinya 1500 buah kue dengan harga kue @ 500,- . Jadi pendapatan yang dihasilkan untuk 1 periode produksi adalah :
1500 buah kue X Rp 500,- /buah = Rp 750.000,-
Dari pendapatan yang diperoleh selama 1 periode dapat diperoleh keuntungan :
Total Pendapatan – Biaya Pengeluaran =
Rp. 750.000,- Rp. 451.000,- = Rp. 299.000,-
Apabila dalam 1 bulan dilakukan 4 kali produksi, jadi keuntungan yang diperoleh adalah :
Rp. 299.000,- × 4 = Rp. 1.196.000,-
3. Biaya Investasi Usaha Kembang Gula Kelapa KMM
No. Kegiatan Akun Banyak Harga/Rp/@ Sub Total Harga
Biaya Investasi
1. Pembelian kuali 1 Rp. 30.000,- Rp. 30.000,-
2. Sendok goreng 2 Rp. 10.000,- Rp. 20.000,-
3. Sendok cetak 2 Rp. 10.000,- Rp. 20.000,-
4. Parang 1 Rp. 50.000,- Rp. 50.000,-
5. Pisau 1 Rp. 9.750,- Rp. 9.750,-
6. Baskom 1 Rp. 10.500,- Rp. 10.500,-
7. Ember 1 Rp. 20.000,- Rp. 20.000,-
8. Wadah plastik 4 Rp. 50.000,- Rp. 200.000,-
9. Nampan 3 Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-
10. Kompor Hock 2 Rp. 175.000,- Rp. 350.000,-
11. Oven 2 Rp. 500.000,- Rp.1.000.000,-
12 Sewa tempat 1 kamar Rp. 150.000,- Rp. 150.000,-
13. Staples+isi 1 Rp. 20.000,- Rp. 20.000,-
14. Blender 1 Rp. 120.000,- Rp 120.000,-
15. Sarung tangan 3 Rp. 3.000,- Rp 9.000,-
16. Serbet 3 Rp 3.000,- Rp 9.000,-
17. Alat tulis Rp. 100.000,-
18. Pemarut 3 Rp 5.000,- Rp. 15.000,-
Total Rp. 2.193.250,-
Biaya produksi per buah = Modal /jumlah produksi
= Rp 451.000,- /1500 buah
= Rp 300,67,- /buah
Harga jual = Rp 500,-
Laba yang diperoleh/buahnya = Rp 500,- Rp 300,67,- = Rp 199,33,-
Total laba = Rp 199,33,- x 1.500
= Rp 298.995,-
Perkiraan Break Even Point (BEP)
BEP dicapai bila total penerimaan = total biaya produksi
TC = TR
C x Q1 = P x Q2
Rp. 300,67,- x 1.500 = Rp. 500,- x Q2
Rp 451.000 = Rp. 500,- x Q2
Q2 = 902
% BEP = Q2/Q1 x 100%
= 902/1.500 x 100%
= 60,13%
Keterangan : TC = Total Cost (Total biaya produksi)
TR = Total Revenue (Total penerimaan)
C = Cost (Biaya/unit)
P = Price (Harga jual /unit)
Q1 = Quantity (Jumlah barang yang diproduksi)
Q2 = Quantity (Jumlah minimal barang yang harus dijual agar
tercapai BEP
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Kembang Gula Kelapa “KKM” Home
Industri
2. Bidang Kegiatan : PKMK
3. Bidang Ilmu : Sosial Ekonomi
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Eka Oktaviana
b. NIM : 06 162 007
c. Jurusan/Program Studi : Nutrisi dan Makanan Ternak
d. Universitas : Universitas Andalas
e. Alamat Rumah dan No Telp/HP : Jl Tunggang, Kel Pasar Ambacang No
36 RT 02 RW 03,081363530302
f. Alamat Email : ek4_okta@yahoo.co.id
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama lengkap dan Gelar : Dr, Ir Ahadiyah Yuniza, MS
b. NIP : 131 691 905
c. Alamat Rumah dan No Telp/HP : Komp Perumahan Unand Blok B/III/02/
10 Limau Manis Padang (0751) 72924
6.Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 4.497.250,-
b. Sumber Lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan
Padang, 15 Oktober 2009
Ketua Pelaksana
(Eka Oktaviana)
NIM. 06162007
Pembantu Rektor
Bidang Kemahasiswaan
(Dr. Ir. Badrul Mustafa Kemal, DEA)
NIP. 131642017
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
Judul Program
KEMBANG GULA KELAPA “KMM” HOME INDUSTRI
Bidang Kegiatan
PKM Kewirausahaan
DIUSULKAN OLEH :
EKA OKTAVIANA 06 162 007 (Ketua Pelaksana)
EVI YULIANTI 06 162 004 (Anggota Pelaksana)
AZHARI NURIDINAR 05 163 023 (Anggota Pelaksana)
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2009
Sabtu, 10 Oktober 2009
Keju Sebagai Alternatif Minum Susu
By muharagus@yahoo.co.id
Bagi masyarakat di negara Barat, terutama Eropa, keju adalah makanan lazim yang tidak hanya sebagai teman makan roti, cheese cake atau cheesecake, cake keju, kue keju tapi juga menjadi paduan dalam berbagai menu makanan. Bahkan, bagi yang kurang suka minum susu, cheese cake atau kue keju bisa jadi pengganti. Ini karena keju berbahan dasar susu sehingga kandungan nutrisinya setara. Bagi masyarakat kita, keju masih dianggap sebagai makanan kelas menengah ke atas. Masyarakat yang biasa mengonsumsi keju atau cheesecake, sebagian besar masih sebatas mengonsumsi cake keju sebagai teman makan roti atau sebagai bahan pelengkap roti dan kue yang dapat ditemui di factory cheese cake atau cheesecake factory terdekat.
Keju, dalam kamus wikipedia, berasal dari kata Inggris kuno yaitu cese dan chiese, atau dari bahasa latin caseus. Dalam bahasa Jerman adalah kase, sedangkan di Prancis adalah fromage, serta Spanyol dan Italia menamakan produk ini sebagai queso dan formaggio. Keju terbuat dari bahan baku susu baik itu susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya dilakukan dengan pembentukan dadih, setelah lebih dulu melakukan pasteurisasi terhadap susu untuk menghilangkan bakteri patogen sekaligus menghilangkan bakteri pengganggu dalam proses pembuatan dadih. Untuk produk yang sudah jadi anda bisa mengunjungi cheese cake bandung atau cheese cake tangerang terdekat.
Menurut pakar gizi dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr dr Sri Adiningsih MS MCN, kandungan nutrisi dalam keju tergantung pada susu sebagai bahan dasarnya. Makin bagus kualitas susu dilihat dari kandungan nutrisinya, makin bagus pula kualitas keju tersebut seperti yang terdapat di cheese cake factory atau factory cheesecake. Makin tinggi kandungan lemak pada susu tersebut, makin tinggi pula kandungan lemak pada keju, sehingga dalam memilih keju yang cocok di factory cheese cake ataupun cheesecake factory, tinggal melihat pada kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Kita tinggal menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan gizi yang kita butuhkan, sehingga kita harus pintar-pintar membaca label gizi dalam kemasan makanan. Misalnya, makin bertambah usia kita atau memiliki berat badan berlebih, sebaiknya memilih keju berkadar lemak rendah. Anda bisa memilih keju yang sesuai di cheese cake factory atau factory cheesecake yang sudah dikenal banyak olah masyarakat. Biasanya terdapat cheese cake bandung atau cheese cake tangerang.
Kandungan gizi utama dalam keju, terdiri dari protein, kalsium, fosfor, zinc, vitamin A, lemak, dan zat lainnya. Laktosa, salah satu bahan dalam keju, adalah sumber karbohidrat utama. Kandungan gizi tersebut juga terdapat di cheesecake bandung dan cheesecake tangerang. Sayangnya, kandungan laktosa banyak yang hilang akibat proses pembuatan keju yang diproses dengan cara alamiah (tanpa teknologi). Dalam beberapa literatur, disebutkan ada beberapa jenis keju yang tidak boleh dikonsumsi wanita hamil yang dikhawatirkan mengandung bakteri berbahaya. Semisal jenis brie, camembert, blue cheese, yang merupakan jenis kejulunak, serta jenis lain yang dibuat dari susu kambing atau domba. Kesemua jenis keju tersebut dapat anda temui di cheesecake bandung dan cheesecake tangerang.
Sebaliknya, larangan itu belum bisa dibuktikan secara ilmiah karena baru sebatas dugaan. Bahkan, untuk mengonsumsi keju bagi wanita hamil yang sulit untuk minum susu karena pengaruh mual yang biasa dialami di usia kehamilan muda (3-4 bulan), agar mendapatkan nutrisi yang setara.
Bagi masyarakat di negara Barat, terutama Eropa, keju adalah makanan lazim yang tidak hanya sebagai teman makan roti, cheese cake atau cheesecake, cake keju, kue keju tapi juga menjadi paduan dalam berbagai menu makanan. Bahkan, bagi yang kurang suka minum susu, cheese cake atau kue keju bisa jadi pengganti. Ini karena keju berbahan dasar susu sehingga kandungan nutrisinya setara. Bagi masyarakat kita, keju masih dianggap sebagai makanan kelas menengah ke atas. Masyarakat yang biasa mengonsumsi keju atau cheesecake, sebagian besar masih sebatas mengonsumsi cake keju sebagai teman makan roti atau sebagai bahan pelengkap roti dan kue yang dapat ditemui di factory cheese cake atau cheesecake factory terdekat.
Keju, dalam kamus wikipedia, berasal dari kata Inggris kuno yaitu cese dan chiese, atau dari bahasa latin caseus. Dalam bahasa Jerman adalah kase, sedangkan di Prancis adalah fromage, serta Spanyol dan Italia menamakan produk ini sebagai queso dan formaggio. Keju terbuat dari bahan baku susu baik itu susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya dilakukan dengan pembentukan dadih, setelah lebih dulu melakukan pasteurisasi terhadap susu untuk menghilangkan bakteri patogen sekaligus menghilangkan bakteri pengganggu dalam proses pembuatan dadih. Untuk produk yang sudah jadi anda bisa mengunjungi cheese cake bandung atau cheese cake tangerang terdekat.
Menurut pakar gizi dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr dr Sri Adiningsih MS MCN, kandungan nutrisi dalam keju tergantung pada susu sebagai bahan dasarnya. Makin bagus kualitas susu dilihat dari kandungan nutrisinya, makin bagus pula kualitas keju tersebut seperti yang terdapat di cheese cake factory atau factory cheesecake. Makin tinggi kandungan lemak pada susu tersebut, makin tinggi pula kandungan lemak pada keju, sehingga dalam memilih keju yang cocok di factory cheese cake ataupun cheesecake factory, tinggal melihat pada kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Kita tinggal menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan gizi yang kita butuhkan, sehingga kita harus pintar-pintar membaca label gizi dalam kemasan makanan. Misalnya, makin bertambah usia kita atau memiliki berat badan berlebih, sebaiknya memilih keju berkadar lemak rendah. Anda bisa memilih keju yang sesuai di cheese cake factory atau factory cheesecake yang sudah dikenal banyak olah masyarakat. Biasanya terdapat cheese cake bandung atau cheese cake tangerang.
Kandungan gizi utama dalam keju, terdiri dari protein, kalsium, fosfor, zinc, vitamin A, lemak, dan zat lainnya. Laktosa, salah satu bahan dalam keju, adalah sumber karbohidrat utama. Kandungan gizi tersebut juga terdapat di cheesecake bandung dan cheesecake tangerang. Sayangnya, kandungan laktosa banyak yang hilang akibat proses pembuatan keju yang diproses dengan cara alamiah (tanpa teknologi). Dalam beberapa literatur, disebutkan ada beberapa jenis keju yang tidak boleh dikonsumsi wanita hamil yang dikhawatirkan mengandung bakteri berbahaya. Semisal jenis brie, camembert, blue cheese, yang merupakan jenis kejulunak, serta jenis lain yang dibuat dari susu kambing atau domba. Kesemua jenis keju tersebut dapat anda temui di cheesecake bandung dan cheesecake tangerang.
Sebaliknya, larangan itu belum bisa dibuktikan secara ilmiah karena baru sebatas dugaan. Bahkan, untuk mengonsumsi keju bagi wanita hamil yang sulit untuk minum susu karena pengaruh mual yang biasa dialami di usia kehamilan muda (3-4 bulan), agar mendapatkan nutrisi yang setara.
Kamis, 08 Oktober 2009
Cjemistry
KIMIA DASAR, BIOKIMIA, ILMU PANGAN HARUS SEGERA DILAHAP MINIMAL 1/2 BUKU SEBELUM KE LAB KIMIA TERAPAN MENGHADAPI WAJAH2 BARU DAN KEBISINGAN BARU
asisten kimia terapan baru nih
asisten kimia terapan baru nih
Sabtu, 23 Mei 2009
Senin, 04 Mei 2009
Langganan:
Postingan (Atom)






