.::Wilujeung Sumping di Website Agus Muhar::.

Semoga site gratisan ini bukan hanya menambah literatur-literatur dalam dunia kepenulisan, tetapi juga lebih khusus untuk menambah khazanah keilmuan keislaman, karena di masa kebangkitan seperti sekarang ini (menurut sejarah islam) yang sebelumnya Islam di Andalusia (Spanyol) begitu kuat dan hebatnya, harus tunduk dan hancur oleh kaum Hulagu dari bangsa Bar-Bar, oleh karena itu kita pun di harapkan untuk selalu berkarya, baik melalui dunia kepenulisan, dunia jurnalistik maupun yang lainnya, karena memang tidak bisa kita pungkiri bahwa Islam khususnya yang ada di Indonesia ini sangat butuh dengan orang-orang yang profisional dalam bidangnya masing-masing.

Nah...site ini pun tampil untuk menunjukkan bahwa kami ingin menambah khazanah keislaman dalam berkarya, walaupun hanya sebutir debu di padang pasir, tetapi akan sangat bermakna jika kita mendalaminya, Amin

Senin, 26 Januari 2009

Perjalanan Menuju Kematian (Bag ke-1)

Sumber informasi yang pasti benar dan tidak berubah sepanjang masa hanya datang dari Dzat Pencipta, Allah swt, berupa wahyu-wahyu-Nya yang tertuang di dalam Al Qur’an. Tidak ada campur tangan sedikitpun dari manusia untuk merubah atau merekasanya. Tidak ada keraguan sedikitpun perihal kebenarannya. Petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Allah swt berfirman, “Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” Al Baqarah : 1-2

Informasi tentang perjalan hidup seorang anak manusia dengan jelas digambarkan Allah swt di banyak tempat di dalam Al Qur’an. Yang secara jelas menunjukkan bahwa manusia ini menapaki umurnya, menjalani hidupnya untuk menuju sebuah kematian. Setiap bani Adam akan mengalaminya, mukminkah ia atau munafik atau orang kafir.

Seorang penyair mengatakan :

Sesungguhnya kamu adalah rangkaian dari hari-hari
Jika satu hari berlalu, maka jatah hidup kamu berkurang
Sampai akhir ajal menjelang

Perjalanan menuju kematian ini diinformasikan Allah swt dalam firman-Nya :
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami berbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka apabila dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia.” Al Mu’min : 67-68.

Ayat yang senada dengan ini disebutkan dalam surat Al Hajj : 5-8

” Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah,Dialah yang haq. Dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa Kitab (wahyu) yang bercahaya.”

Subhanallah, gambaran perjalanan seorang anak manusia yang sangat detail dan menakjubkan.

Ujung dari perjalanan seorang manusia di dunia ini adalah kematian. Kematian selalu mengintai manusia. Suka tidak suka, mau tidak mau setiap manusia pasti akan mengakhiri hidupnya. Sudah banyak saudara-saudara kita yang meninggalkan dunia ini satu demi satu.

Kematian adalah sebuah kepastian. Namun bagaimana kita mati, itu adalah pilihan. kita tinggal pilih, mau meninggal dalam kondisi husnul khatimah atau su’ul khatimah, wai iyadzubillah. Karena itu persoalannya adalah: Bagaimana kondisi kita saat ajal menjelang ? Bagaimana seorang mukmin mengakhiri hidupnya ? Bagaimana orang munafik dan orang kafir menghembuskan nafas terakhirnya ?

Kematian adalah tahapan yang paling sulit dalam kehidupan setiap manusia. Kondisi ini barbanding sama dengan baik atau buruknya seseorang dalam hidupnya. Allah swt berfirman : ”Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” Qaf : 19

Dalam hadits sahih Rasulullah saw menegaskan :

قال: صلى الله عليه وسلم في الحديث الصحيح: (إن للموت سكرات)

”Sungguh kematian itu disertai sekarat”. HR. Al Bukhari (Tafsir Al Qurtubhi, Juz 6, Hal 133)

Sakaratul maut adalah kondisi yang sangat berat dan dahsyat bagi setiap manusia. Tak terkecuali Rasulullah saw pun menghadapi hal yang sama. Namur beliau mendapatkan penjagaan dan pemeliharaan langsung dari Allah swt.

عن عائشة أيضاً قالت : « لقد رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو بالموت وعنده قدح فيه ماء وهو يدخل يده القدح ثم يمسح وجهه بالماء ثم يقول : اللهم أعني على سكرات الموت »

Dari Aisyah ra berkata, ”Saya melihat Rasulullah saw ketika maut menjelang, sedangkan di dekatnya ada tungku berisikan air, kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam tungku itu, lalu mengusap wajahnya dengan air sambil berdo’a: ”Ya Allah, tolong saya saat menghadapi sakaratul maut.” HR. Al Hakim
Saking beratnya sakaratul maut itu, Rasulullah saw mengeluarkan keringat dingin di keningnya yang mulia. Bahkan Fatimah, putri Rasulullah swt yang berada di dekat ayahnya merasakan merinding ketika sakaratul maut itu datang menjemputnya.

Para ulama menyimpulkan tanda keluar keringat dingin menunjukkan seseorang itu malu kepada Allah swt saat hendak perjumpa dengan-Nya, lantaran tidak sebanding karunia yang Allah berikan kepadanya dengan ketaatan yang ia persembahkan kepada-Nya. Atau keringat dingin itu pertanda pertaubatan yang sebenarnya dari seorang anak manusia.

Saat sakaratul maut inilah perjuangan yang sangat menentukan nasib seseorang. Ketika itu pertaruangan antara pasukan setan dan para Malaikat berkecamuk, sampai-sampai Malaikat Jibril turun langsung membantu menyelamatkan orang shalih.

Dikisahkan, bahwa Imam Ahmad bin Hambal saat mengalami sakaratul maut, ditalkin oleh anaknya untuk bersyahadah. Namun sang Imam mengatakan tidak, berkali-kali kondisi itu sampai akhirnya ia tak sadarkan diri. Ketika siuman, sang anak bertanya: Kenapa ayah menolak untuk mengucapkan kalimatud tauhid ? Ayahnya menjawab, Sungguh setan-setan berebut memperdaya saya untuk tidak bersyahadah. Sampai-sampai di antara setan-setan itu ada yang menggigit jari-jari kaki saya.

Sebagian ulama tafsir ketika menafsirkan surat Fushshilat ayat 30, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” turunnya para malaikat termasuk malaikat Jibril membantu meringankan proses sakaratul maut orang shalih melawan tipu daya setan.

Gambaran beratnya proses sakaratul maut juga diibaratkan dengan hunusan pedang dan tajamnya gergaji. Rasulullah saw bersabda :

وروي: (إن الموت أشد من ضرب بالسيوف ونشر بالمناشير).

”Sesungguhnya kematian itu lebih dahsyat dari sabetan pedang dan lebih pedih dari potongan gergaji” (Tafisr Al Qurthubi, Jilid 17, hal 13)

Nabiyullah Isa alaihissalam juga mengajarkan do’a kemudahaan saat sakaratul maut kepada hawariyyun –para pendukungnya-.

وقال عيسى بن مريم: (يا معشر الحواريين أدعوا الله أن يهون عليكم هذه السكرة) يعني سكرات الموت.

Nabi Isa berkata : ”Wahai para pendukungku, berdoa’alah kepada Allah agar meringankan sakaratul maut kalian.”

Dalam do’a-do’a yang sering kita lantunkan, kita meminta dengan kerendahan hati ”Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keselamatan dalam agama, kesehatan badan, keberkahan rizki, taubat sebelum ajal, kasih sayang saat ajal, ampunan setalah mati. Ya Allah, mudahkanlah bagi kami saat sakaratul maut menghadap, ampunan ketika hari penghitungan, dan selamat dari api neraka.”

Semoga kita diwafatkan oleh Allah swt dalam kondisi kening mengeluarkan keringat dingin sebagai wujud pertaubatan sejati dan penerimaan Allah swt insya Allah, amin ya Mujibas sa’ilin. Allahu a’lam




dakwatuna.com

Minggu, 25 Januari 2009

I Don't Know

Pada Suatu hari ada seorang Idiot alias bego tapi yg paling kaya raya di Indonesia berasal dari betawi bernama Mali, beliau punya teman bernama otong. Suatu hari mereka bercakap-cakap dengan sengitnya..

Otong : "Mali... gue punya kabar buruk nih!"
Mali : "Kabar buruk apaan?
Otong : "Kabar buruk mengenai ada orang yang bakal jadi saingan elo krn doi orang kaya sedunia!"

Mali : "Haah... apa gue nggak salah dengar? kagak bakal ada orang yang bisa nyaingin gue, mana orangnya kasih tahu dimana rumahnya gue pengen tahu.."
Otong : "Wah.. jauh bener li, dia ada di Amerika.."
Mali : "Baru di Amerika, biar gue lihat kesana pake pesawat pribadi gue, besok gue terbang pengen tahu orang kaya itu.."

Singkat cerita sudah sampailah Mali di Amerika, dengan wajah bingung dan takjub dia sampai di kota New York, begitu lihat Patung Liberty dia langsung bilang... "Wah, bener-bener hebat di Jakarta belon ada yang kayak gini nih, ah gue mo tanya ama yang lewat kali aje die tau yang bikin ini patung, soalnya gue mo pesen satu buat di jejerin di Monas..".

Ada orang bule yang lagi lewat ditegur sama mali.

Mali : "Sir, aye mo nanya siape ye yang punya itu patung?"
Bule : "What I don't know!", sambil terheran-terheran.
Mali : "Hah.. A-do-no, wah bener juga kata si otong pasti die orangnye.

Mali jalan ke San Fransico dia liat jembatan yang terpanjang di dunia, trus dia tanya sama orang bule lagi.

Mali : "Sir, tahu ngga? yang bikin nih jembatan? panjang amat gue jadi pengen juga bangun jembatan kayak gini di Jakarta"
Bule : "What?!, Sorry I don't Know!"
Mali : "Wah, si A-Do-No lagi, kalo gitu bener die orangnye yang kaya itu,gue jadi pengen ketemu nih.

Tiba-tiba Mali sudah sampai di Washington DC tepat didepan Gedung Putih. Disitu dia bingung plus heran sambil berkata.. "Jangan-jangan ini dia nih, rumahnya si A-do-no gile kayak Istana",sungutnya dalam hati.

Lalu dia langsung tanya sebelumnya dengan penjaga pintu gerbang Gedung Putih yang pakai seragam, karena biar gimana juga dia orang timur punya sopan-santun mau bertamu ke rumah orang, takut salah alamat.

Mali : "Permission...mau tanya ini rumah siapa ya?".
Bule : "What!!! Oh sorry I don't Know!" dengan muka heran.

Sebelum mali beranjak dari tempatnya, karena dia yakin itu rumahnya Mr. A-do-no, tiba-tiba ada mobil dengan kecepatan tinggi langsung menabrak orang penyebrang jalan. Lihat begitu Mali bengong, dan langsung bertanya sama orang didekatnya...

Mali : "Gile bener,maen tabrak lari aja tuh orang, siapa sih yg ketabrak Mr?!,dengan wajah heran.
Bule : "Sorry, I don't Know!!!"
Mali : "Hah! A-Do-No??? Alhamdulillah akhirnya A-do-no mati juga...Horeee." Kagak ada lagi yang bisa nyaingin gue dong!. Dengan gembira Mali langsung balik ke Jakarta mengabarkan kepada sohibnya bahwa yang jadi saingannya udah Mampus alias Mati yang namanya A-Do-No Alias I don't Know.
Anecdote kali 5x

Jumat, 23 Januari 2009

5 Alasan & Dalil Syar'i Mengapa Harus Memboikot Produk Yahudi

Hidayatullah.com--Semenjak Israel menyerang keji kaum Muslim di Jalur Gaza, Palestina, banyak desakan masyarakat Islam melakukan boikot produk-produk Yahudi. Sebelumnya, tepat hari Ahad, 8 Oktober 2000, Al-Jazira News Network, sebuah stasiun Televisi di Qatar, menyiarkan sebuah acara wawancara dengan Syeikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi. Dalam acara bertema ”Palestina dan Kewajiban Jihad bagi Setiap Muslim”, Syeikh al-Qaradhawi mengemukakan sebuah fatwa, bahwa "memboikot produk-produk buatan Israel dan Amerika adalah kewajiban bagi seluruh Muslim di seluruh dunia."

Qaradhawi mengatakan bahwa setiap dollar yang kita bayarkan untuk sebotol Coca-Cola, misalnya, akan menjadi sebuah peluru yang dalam persenjataan perang orang-orang Amerika atau Israel akan dibidikkan langsung ke arah kita. Beliau mengatakan bahwa adalah haram dalam hal ini.


"Kita telah menyumbangkan uang kita setiap harinya kepada McDonalds, KFC, Burger King dsb, tanpa memikirkan akan kemana uang itu pergi? Menurut pendapat saya, setiap Muslim harus bertanggung jawab dalam hal ini, atas keluarga dan gaya hidup mereka. Lihatlah kepada orang-orang Amerika yang telah mem-Veto resolusi PBB untuk mengutuk aksi tentara Israel di Palestina. Jika mereka itu adalah pemelihara perdamaian, seperti yang mereka klaim, mungkinkah mereka melakukannya?," tegasnya.


Selanjutnya beliau menyerukan : "Wahai Manusia, tidakkah kalian berfikir? Tidakkah kalian tidak memiliki perasan lagi? Tidakkah kalian merasakan kepahitan negara-negara Arab dan Islam dalam hal ini? Darah yang paling murah adalah darah kita! Kita telah menjadi kelinci percobaan bagi senjata-senjata dan peluru-peluru serta teknologi mereka. Persenjataan perang ini didanai oleh uang kita, dalam gaya hidup konsumerisme yang mereka paksakan pada kita. Saya bertanya kepada Anda semua, dengan nama Allah, Muslim dan Kristen. Saya bertanya kepada Anda semua, atas nama ribuan orang yang mati di tangan teroris-teroris itu pada tahun 1948, 1967, 1973 di Qana, di dir Yassin, Di Bahr Al-Bakar, di jalur Gaza dan di Al-Quds?.


Dalam kesempatan lain, Syeikh al-Qaradhawi juga mengatakan, "Satu real (mata uang Arab-red) yang Anda keluarkan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara Anda di Palestina."


Suara dari Indonesia


Nah, bagaimana dengan suara kaum Muslim di Indonesia. Alhamdulillah, umumnya semua sama. Meski ada sedikit perbedaan. Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. DR. KH. Ali Mustofa Ya’kub, misalnya mengatakan, cara yang efektif yang dapat membuat jera Amerika (yang selama ini sanantiasa berada dibalik aksi Israel) adalah memboikot produk dan perusahaan yang mendukung agresi Israel.


Namun, diakuinya boikot di Indonesia tidaklah mudah, namun menurut pakar hadist ini, pemboikotan secara tidak langsung dapat merugikan kepentingan Amerika dan Israel. Dengan aksi ini, berharap AS mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap Negara keji bernama Israel.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH. Ma’ruf Amin, mengatakan, memboikot produk Yahudi merupakan pressure (tekanan) secara ekonomis yang dapat memberikan efek jera Yahudi dan Amerika. Jika boikot ramai dilakukan di Indonesia, dan di negara-negara islam seperti Arab, niscaya Amerika lambat laun akan merugi dan mempertimbangkan dukungannya terhadap Israel. Sebab, diakui ketua MUI ini, yang dapat men-stop kebrutalan Israel adalah Amerika. Jika Amerika tetap saja mendukung, maka Israel akan bersikukuh menggempur Gaza.


Oleh karena itu, memboikot produk Yahudi sangat dianjurkan. Dan hal teringan yang dapat kaum muslim lakukan di Indonesia. Walau, diakui Ma’ruf boikot bila dilakukan Indonesia saja akan kurang efektif jika tidak bersinergi dengan Negara-negara lain, namun hal itu sebagai bentuk solidaritas kita terhadap muslim Gaza yang sedang dilanda krisis kemanusiaan luar biasa.”katanya.


Perdebatan seputar efektif dan tidaknya seputar boikot menurut Ma’ruf jangan diperpanjang lagi. Sebab, boikot ditinjau dari segi manapun sangat berdasar. Dalam Islam, tindakan memboikot produk Yahudi dapat dikategorikan men ta’zir (menghukum) yang befungsi sebagai efek jera terhadap Amerika. Walau memang harus ada yang dikorbankan. Dan tentunya masyarakat yang berkerja di sektor-sektor ekonomi Yahudi. Namun, kemafsadatan nya lebih kecil ketimbang memboikot produk Yahudi yang berfungsi menghentikan agresi Israel.


Alasan Syar’i


Menurut guru besar ilmu hadist pada Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran di Jakarta ini, ada tiga alasa fikihnya jika boikot digunakan. Pertama adalah kaidah fikih yang berbunti, “Memprioritaskan kepentingan lebih besar, ketimbang kepentingan kecil”(Al-drarar yuzāl). Kedua, kaidah fikih yang mengatakan, “Mencegah kerusakan itu didulukan daripada membuat kebaikan“ (Darul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih). Terakhir, “Kebijakan pemimpin, harus dikaitkan dengan kepentingan rakyat” (Tasarraful imam ‘ala ar-ra’iyyah manuutun bil maslahah). Inilah yang kemudian dilakukan pemerintah Malaysia yang secara resmi menginstruksikan boikot.


Selain alas an kaidah fikih, menurut Musthafa Ya’kub, ada juga hadist yang menguatkan hal itu. Bunyinya, “Unsur akhaka, dholiman au madhluuman. Qaaluu ya Rasulullah, Nansuruuhu Madhluuman, fakaifa nanshuruuhu dholiman. Qaala, ya’hudu fauqa yadaihi.” (Tolonglah saudaramu yang dzalim atau yang didzalimi (teraniaya). Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah. Kami jelas akan menolong yang didzalimi, lalu bagaimana kami menolong saudara kami yang dzalim?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Yakni kamu tahan tangannya agar tidak berbuat dzalim.” (Shahih, HR. Al-Bukhari)


Menurut Mustofa, korelasi dalil-dalil tersebut sangat kohern dengan kebijakan boikot. Bahwa kezhaliman yang dilakukan oleh Israel terhadap muslim Gaza harus segera diakhiri. Adapun kemaslahatan dari produk Yahudi di Indonesia lebih kecil. Sebab, dengan demikian dapat menekan Amerika untuk mencabut dukungannya terhadap Isreal.


Soal kaidah ushul, senada dengan Mustafa Ya’kub, Ma’ruf Amin juga mengatakan, kaedah, “Darul mafasid, muqoddamu ‘ala jalbil masholih” (Menolak kerugian itu, harus diutamakan dari mendahulukan kepentingan). Juga kaedah “Bahaya yang lebih kecil dipilih untuk mencegah bahaya yang lebih besar” (al dharar al ashadd yuzaalu bi al dharar al akhaff).


Tapi bagi Prof. Dr. Ahmad Zahro, dosen Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surabaya, menyarankan, sebelum diserukannya boikot harusnya dilakukan riset “ahhaqu dhorurot” terlebih dahulu. Jika boikot ternyata lebih banyak manfaatnya untuk kamaslahatan sudah harus dilakukan boikot. Namun, jika lebih banyak kemafsadatanya bagi masyarakat, maka harus dipertimbangkan. Karena menurutnya, masyarakat banyak di-PHK dan akan menjadi miskin gara-gara sektor-sektor ekonomi yang dimiliki Amerika ditutup.


Tapi Ma’ruf Amin, menolak argument Zahro. Menurut Ma’ruf, ribuan korban luka dan hampir 1o00 orang meninggal merupakan kemudhoraotan besar yang harus dihilangkan. “Jadi tidak perlu diadakan riset (penelitian) untuk menghitung unsur “ahaqqu dhorurot”-nya, sebab hal itu sudah jelas,” terang Ma’ruf.


Ma’ruf juga mengatakan bahwa derita yang dialami muslim Gaza adalah musibah besar yang menuntut setiap Muslim untuk membantunnya. “Jadi, salah jika ada yang mengatakan bahwa konflik Palestina soal rebutan tanah, itu soal agama,” tandasnya. Ma’ruf juga prihatin atas sikap apatisme sebagian masyrakat yang melihat sebelah mata kasus Palestina. Seperti menolak membantu warga Gaza karena masih banyak warga Indonesia yang juga membutuhkan. “Masyarakat jangan dikotomis dalam menilai. Islam tidak memandang territorial, yang namannya Muslim baik di Gaza, Monokwari dan Papua, itu saudara kita yang harus ditolong,” katanya.


Senada dengan Mustafa dan Ma’ruf Amin, Abdurahman Nafis, Ketua bidang Fatwa MUI Jatim mengatakan, boikot adalah jenis “perang ekonomis’. Karena dengan boikot berarti, sama saja menolak dan menentang Amerika. Hal ini disebutkan Allah bahwa kaum Muslim harus menolak untuk saling tolong menolong (ta’awun) dalam kejahatan. Nafis menyitir (Q.S. al-Ma'idah ayat 2). “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya.”


“Jika kita tidak bisa berperang secara militer, maka ekonomi juga bisa membantu,” ujarnya.


Sementara itu, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIL) Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Abdul Kholiq, Lc mengatakan, dua alasan penting melakukan boikot. Pertama, seruan hal jihad Rasulullah. Baik dengan harta dan jiwa. "Perangilah kaum musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisan kalian." (HR. Abu Dawud dan Nasa'i). Kedua, pendapat Imam Malik bahwa perbuatan yang dilarang, jika mengekspor komoditas ke negara “musuh” (dar al-harb). Sebab yang demikian itu berarti memperkuat “musuh”. Sementara beliau membolehkan impor atau pedagang kafir datang menyuplai komoditas untuk kaum Muslimin (Abd al-Rahman Ibn al-Qasim al-Maliki, al-Mudawwanah: X, 102, Wahbah al-Zuhaili, Atsar al-Harb fi al-fiqh al-Islami, 513).


Hal ini dapat dipahami sebab kaum Muslimin saat itu berposisi kuat dalam perdagangan yaitu sebagai pihak yang mencukupi, hingga sanksi ekonomi dapat diterapkan dalam bentuk embargo. Namun dalam kondisi kaum Muslimin saat ini yang mayoritas adalah penikmat dan penyetor keuntungan bagi produk Yahudi dan sekutunya, maka harus disikapi dengan boikot. Sementara itu seorang Muslim ataupun negara Islam yang menyuplai kebutuhan vital untuk musuh seperti minyak dan sebagai maka, wajib untuk mengembargo.

Saat ini, ribuan milyar dollar kekayaan para emir dan pengusaha Arab di parkir di Amerika dan Eropa adalah suntikan darah segar bagi dana pengembangan ekonomi, teknologi dan persenjataan “musuh” tersebut. Pada gilirannya “musuh” semakin kuat sementara para milyarder semakin ketakutan dan semakin tunduk mengabdi kepada “musuh” itu. Sungguh merupakan cara pandang yang cerdik dan berwawasan jauh apa yang dikemukakan Imam Malik penting untuk kita aplikasikan.


Pada prinsipnya, semua setuju dengan langkah boikot. Abdurrahman Nafis memberi catatan, boikot akan lebih efektif jika dilakukan oleh seluruh negara-negara Islam, terutama di Timur Tengah.


Secara teknis Ahmad Zahro menjelaskan, jika Arab Saudi atau Mesir, memboikot produk Amerika dan tidak perlu mengekspor miyaknya ke Amerika dan Israel, maka aka dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh Amerika. Oleh karena itu, dia juga menghimbau agar Indonesia berkonsolidasi dan bersinergi dengan Negara-negara arab dalam memboikot produk Yahudi.


Apapun itu, kata Zahro, melakukan hal kecil jauh lebih baik daripada tak melakukan apa-apa. Sebagaimana kaidah ushul fikh, “Maa laa yudraku kulluh la yutraku kulluh” (apa yang tidak bisa dicapai semua janganlah kemudian meninggalkan semua).


Dengan demikian, penjelasan beberapa pakar ini dapatlah disimpulkan menjadi 5 poin;


1. Membeli produknya berarti menyumbang biaya kejahatan


2. Membeli produknya berarti menyumbang biaya pembunuhan kepada saudara seiman

3. Membeli produknya berarti bunuh diri


4. Membeli produknya berarti memperkuat musuh


5. Yahudi menyatakan membeli produknya berarti telah menjadi Yahudi. [anshor/cholis/kholiq/www.hidayatullah.com]

Senin, 19 Januari 2009

6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya :



1- Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya.
2- Apabila iamengundangmu engkau memperkenankan undangannya.
3- Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya.
4- Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya).
5- Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya.
6- Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya. (HR.Muslim dan Tirmizi).


1- Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal dan menghindari factor-faktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya . Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling menyinta dimulai dengan mengucapkan dan menyebarkan salam : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Sabda Rasulullah SAW:
"Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak
masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak ber
iman sehingga mereka saling menyinta. Maukah kamu aku
tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu sa-
ling menyinta? Sebarkan salam di kalangan kamu."
Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”
Dan seseorang tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman. Rasulullah saw bersabda :
“Ucapkan salam sebelum memulai berbicara.”


2- Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda Rasulullah saw :
"Penuhilah undangan ini jika kamu diundang."
Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :
"Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri."


3- Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akan berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab : “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.

4- Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), ia merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.


5- Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. “Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ?” Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ? (HR.Muslim).
Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :
Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali (HR.Muslim).
Sangat indah sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah swt.


6- Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kamat.

Kamis, 01 Januari 2009

DANUSKU #1


Pada awal-awal bulan November di Padang sering terjadi mati lampu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, begitu halnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Apabila ditengah malam gelap gulita karena mati lampu pada saat itu tidak ada penerang, lampu emergenci tidak ada, patromak pecah, bulan tidak dalam keadaan purnama. Tiba-tiba ada yang memberi kita lilin sebagai penerang sementara sambil menunggu hidup lampu. Apa yang harus saya lakukan? Ya, tentu saya ambil. Daripada gelap-gelapan.


Semester 2 aya tertarik sama yang namanya FSI karena satu hal yakni dari namanya Forum Studi Islam dari namanya saja kita sudah tahu apa itu FSI. Saya diajak untuk ikut berkontribusi didalamnya. Tapi sempat saya berpikir berkali-kali, kalau misalnya saya masuk FSI, bagaimana kuliah saya, apakah saya bisa mencapai target saya yang telah saya tuliskan dalam buku agenda, IP saya bagaimana. Paling sama dengan waktu SMA seperti rohis ataupun irema (ikatan remaja mesjid).

Saya teringat Surat Adz-Zariyat : 56, tentang tujuan penciftaan manusia, Muhammad: 7 dan Si Musa
Saya ceritakan sedikit tentang si Musa……..are u ready?
Musa adalah salah mahluk ciftaan Allah SWT. Dia mempunyai gelar sp spesies maksud saya, bukan sarjana pertanian. Orang science khususnya biologi ataupun pertanian pasti tahu musa alias p-i-s-a-n-g. Pohon pisang rasanya bukan satu jenis pohon yang asing dan yang langka bagi kita semua pasti sudah familiar ditelinga kita sehari-hari. Pohon berbatang lunak dan berdaun lebar itu rasanya masih kita dapat temukan disekeliling kita. Mungkin kini keberadaannya mulai tersaingi dengan ‘pohon-pohon lain’ yang berbatang beton. Keistimewaan pohon ini selalu tumbuh dimanapun tempat berada, dalam musim dan berbeda sekalipun.
Hampir seluruh anggota tubuh pohonnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari akarnya untuk obat sakit perut, batangnya untuk tempat dekorasi pembuatan janur ataupun dalam proses mengkremasi mayat. Daunnya untuk pembungkus hingga buahnya yang lezat untuk dimakan ataupun dimasak.
Begitulah harusnya tiap kita, dapat memberikan manfaat bagi orang lain dengan segenap apa yang kita miliki. Beramal dan terus beramal dengan segala kemampuan dan talenta sekecil apapun yang kita punya.

Sebagaimana pohon pisang senantiasa dapat berbuah tanpa mengenal musim. Karena memang ia tak mengenal waktu dalam kebaikan. Tak mengenal masa dalam berbuat kebaikan. Memang seharusnya kontribusi tidak hanya dapat kita berikan pada saat-saat tertentu disaat kita menginginkannya. Karena kontinuitas dalam suatu kebermanfaatan akan senantiasa dapat menjaga stabilitas iman. Sehingga kita tidak mudah tumbang diterpa ‘hama’ yang selalu menggerogotikeikhlasan.

Untuk itu, pohon pisang akan menyimpan cadangan airnya pada musim hujan dan menggunakannya pada musim kemarau. Kita pun demikian, harus mengetahui disaat kita terasa tegar beramal dalam meniti jalan panjang kehidupan ini. Masing-masing kita tentunya pernah merasa sedemikian jenuh dan butuh nasihat dari orang lain ataupun merasa diri sangat dekat dengan sang Khalik. Karenanya manfaatkanlah masa-masa itu, karena tak semua bias kunjung ‘menjenguk’ ketika jiwa kita membuuthkan penyegaran. Simusa ini dalam habitat aslinya selalu hidup berkelompok. Jika ada si musa yang tumbuh menyendiri tentulah karena perbuatan manusia yang jika dibiarkan terus tumbuh akan membentuk komunitas pohon pisang juga. Untuk dapat bermanfaat dan berkontribusi bagi umat dan diri kita sendiri, kita membutuhkan teman sebagai penguat. Kita perlu orang lain untuk memacu dan memicu optimalisasi potensi kebermanfaatan kita.*

Ketika kondisi menuntut kita untuk mandiri, maka ‘ciftakanlah si musa yang lain’ sehingga kita tetap tak sendiri. Ya, untuk mencapai puncak produktifitas kontribusi, kita perlu berjama’ah. Sehingga kontribusi amal kita tak cepat mati. Pohon pisang pun umumnya tak akan mati sebelum ia berbuah. Ia senantiasa meninggalkan tunas-tunas baru sebelum akhirnya ia mati. Sebelum ajal kita tiba, sebelum akhirnya kita harus pergi meninggalkan duniaini, sudahkah kita menyiapkan generasi berkualitas yang dapat meneruskan keberlangsungan konstribusi kita yang lebih baikbagi lingkungan? Sudahkah kita tinggalkan kader-kader unggul yang siap untuk terus beramal dan memberikan kebermanfaatan bagi alam? Jika belum, siapkanlah.
Hidup ini terlalu sempit kalau hanya memikirkan diri sendiri kuliah bagaimana, IP bagaimana, kuliah mau tamat berapa waktu. Ini mah ketik C spasi D alias cape deh. Hidup ini teramat singkat kalau tanpa kebermanfaatan kita bagi orang lain. Dan untuk itu, sebenarnya kita tak perlu sebesar pohon jati ataupun setinggi pohon pinang untuk dapat memberikan manfaat. Yang terpenting adalah kontribusi nyata. Dan biarlah Allah SWT yang akan menilai dan memberikan balasan. “Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Bukhari).
To be continued for danus #2
*Wahyu

C aja



“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhan-mu tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (Surah ke-6 AL-AN’AM: 132)

Ketika UAS sudah masuk sedangkan kondisi aku yang belum siap untuk belajar SKS aduh gimana nih besok ujian tapi aku belum siap untuk semua itu. Lahawula wa kuwwata deh….tapi tidak sekadar itu aku coba untuk menghafal sedikit tapi rasanya baru ± 9 menit ketiduran, maklum jaga kedai sampai jam 11 dilanjutkan nyuci, nyari tugas untuk dikumpul besok ke warnet bang Fauzi yang “gratisan asalkan ikut jaga kalau Abang ngak ada katanya”. Itu bukan gratisan namanya.

---Bangun subuh---
Dipaksakan untuk bisa hapal. Buka kedai, mandi, terus berangkat ke kampus hijau tacinto UNAND tea euy, di Bus kampus saya coba untuk menghapal.
Plok 3x suara telapak tanganku sengajakan beradu sebagai syarat untuk berhenti disimpang fakultas.

---“Ujian, masuk-masuk teriak temanku” hah cengangku---
Beberapa detik sebelum ujian aku persiapkan segalanya, dari mulai bolpoint, pensil, penggaris, kartu ujian. Assalamu’alaikum ada suara menyapa dari mulut pintu yang sedang menganga-- dia berbadan tegap, berambut cepak, pakai celana dasar biru seragam dengan bajunya, berkumis. Hah..aku sangat tercengang, sejak kapan Bu Dr Zaituni Udin berpenampilan seperti cowok punya kumis, berjakun, operasi plastik kali ya (luconku dalam hati). Atau si Ibu ingin berpenampilan beda seperti anak-anak dan remaja sekarang, model cewek tapi kelihatan cowok. Menurutku aneh yang ada bukan modis atau trend.
Ternyata benar memang bukan Bu Dr Zaituni Udin yang datang karena aku sangat berharap sekali beliau tidak datang hari ini supaya aku bias menghapal. Ternyata yang didepan itu adalah Pak Das Bagian Kemahasiswaan yang baru bekerja di Bag Kemahasiswaan yang ditugaskan untuk membagikan kertas quisioner kepada para mahasiswa maklum ‘fakultas sedang mengadakan penjajakan pendapat dari mahasiswa yang diajarinya yang isi didalamnya ada tentang bagaimana cara penyampaian materi oleh dosen, sistem belajarnya, sistem penilaian dan lain sebagainya’.

Ketika aku asyik mengisi quisioner. Jleg berdiri seorang wanita yang perawakannya agak besar, BB sekitar 73-78 kg sepadan dengan berat tubuhku. Tinggi 162 cm-an, kulit agak gelap, mata tajam, tapi otaknya itu berisi. Bu Itun panggilan sehari-harinya sudah di depan mataku.

Ternyata harapanku hilang sudah. Ujian genetika itu jadi. Astagfirullah
Rabbizidni………………………………………………………………fahmaan, do’a itu aku ucapkan. Soal mulai dibagikan, hanya ada beberapa soal yang bisa aku kerjakan dari banyak soal yang di buat Bu Itun. Waktu sudah hampir mulai habis sedangkan memoriku sedikit tersendat-sendat. Waktu ujian habis. Terpaksa dikumpul seadanya. Meninggalkan ruangan dengan tidak bersemangat, laluku buka catatan perkuliahan. B- sudah cukup pikirku.
Beberapa hari setelah ujian nilai ujian genetikaku keluar wah nilai ku mendapat C aja, berarti prasangkaku salah nilai yang aku peroleh lebih jelek dari dugaanku, tapi yang pasti lebih bagus dari pada C-, D, atau E

Semangat, salah satu motto FKI Rabbani Unand waktu kepengurusan Bang Agus Salim aku teringat itu. Dan yang pasti harapan itu masih ada. Aku yakin harapan untuk lulus dengan pujian masih ada. Zen say ‘harapan itu masih ada’ adikku.
Waktu dikedai aku lihat Surat Al-An’am ayat 132, dan aku ibaratkan* derajat disini sebagai nilaiku yang C- karena ketidaksiapan aku untuk ujian tersebut, persiapan belajarnya kurang. So bagi yang membaca sipatku yang satu ini jangan ditiru tapi jadikanlah pelajaran.
*pemisalan aku sendiri, mohon dimaklum pd ahli agama