.::Wilujeung Sumping di Website Agus Muhar::.

Semoga site gratisan ini bukan hanya menambah literatur-literatur dalam dunia kepenulisan, tetapi juga lebih khusus untuk menambah khazanah keilmuan keislaman, karena di masa kebangkitan seperti sekarang ini (menurut sejarah islam) yang sebelumnya Islam di Andalusia (Spanyol) begitu kuat dan hebatnya, harus tunduk dan hancur oleh kaum Hulagu dari bangsa Bar-Bar, oleh karena itu kita pun di harapkan untuk selalu berkarya, baik melalui dunia kepenulisan, dunia jurnalistik maupun yang lainnya, karena memang tidak bisa kita pungkiri bahwa Islam khususnya yang ada di Indonesia ini sangat butuh dengan orang-orang yang profisional dalam bidangnya masing-masing.

Nah...site ini pun tampil untuk menunjukkan bahwa kami ingin menambah khazanah keislaman dalam berkarya, walaupun hanya sebutir debu di padang pasir, tetapi akan sangat bermakna jika kita mendalaminya, Amin

Senin, 19 Januari 2009

6 Hak seorang muslim dari muslim lainnya :



1- Apabila engkau menjumpainya engkau berikan salam kepadanya.
2- Apabila iamengundangmu engkau memperkenankan undangannya.
3- Apabila ia meminta nasehat, engkau menasehatinya.
4- Apabila ia bersin dan memuji Allah, hendaklah engkau mentasymitkannya (berdoa untuknya).
5- Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya.
6- Apabila ia mati hendaklah engkau antarkan jenazahnya. (HR.Muslim dan Tirmizi).


1- Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal dan menghindari factor-faktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Sehingga mereka yang bersatu itu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat sucinya . Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling menyinta dimulai dengan mengucapkan dan menyebarkan salam : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Sabda Rasulullah SAW:
"Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak
masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak ber
iman sehingga mereka saling menyinta. Maukah kamu aku
tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu sa-
ling menyinta? Sebarkan salam di kalangan kamu."
Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin lebih menegaskan bahwa agama mereka adalah agama damai dan aman, serta mereka adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”
Dan seseorang tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman. Rasulullah saw bersabda :
“Ucapkan salam sebelum memulai berbicara.”


2- Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagai mana sabda Rasulullah saw :
"Penuhilah undangan ini jika kamu diundang."
Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :
"Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri."


3- Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Nasehat yang tulus akan berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk kedalam relung hati yang terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa ?” Beliau menjawab : “Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin”.

4- Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu Rahmat), ia merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.


5- Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. “Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ?” Allah menjawab “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ? (HR.Muslim).
Rasulullah saw memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan surga, sabda Rasulullah saw :
Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali (HR.Muslim).
Sangat indah sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah swt.


6- Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kamat.

Kamis, 01 Januari 2009

DANUSKU #1


Pada awal-awal bulan November di Padang sering terjadi mati lampu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, begitu halnya dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Apabila ditengah malam gelap gulita karena mati lampu pada saat itu tidak ada penerang, lampu emergenci tidak ada, patromak pecah, bulan tidak dalam keadaan purnama. Tiba-tiba ada yang memberi kita lilin sebagai penerang sementara sambil menunggu hidup lampu. Apa yang harus saya lakukan? Ya, tentu saya ambil. Daripada gelap-gelapan.


Semester 2 aya tertarik sama yang namanya FSI karena satu hal yakni dari namanya Forum Studi Islam dari namanya saja kita sudah tahu apa itu FSI. Saya diajak untuk ikut berkontribusi didalamnya. Tapi sempat saya berpikir berkali-kali, kalau misalnya saya masuk FSI, bagaimana kuliah saya, apakah saya bisa mencapai target saya yang telah saya tuliskan dalam buku agenda, IP saya bagaimana. Paling sama dengan waktu SMA seperti rohis ataupun irema (ikatan remaja mesjid).

Saya teringat Surat Adz-Zariyat : 56, tentang tujuan penciftaan manusia, Muhammad: 7 dan Si Musa
Saya ceritakan sedikit tentang si Musa……..are u ready?
Musa adalah salah mahluk ciftaan Allah SWT. Dia mempunyai gelar sp spesies maksud saya, bukan sarjana pertanian. Orang science khususnya biologi ataupun pertanian pasti tahu musa alias p-i-s-a-n-g. Pohon pisang rasanya bukan satu jenis pohon yang asing dan yang langka bagi kita semua pasti sudah familiar ditelinga kita sehari-hari. Pohon berbatang lunak dan berdaun lebar itu rasanya masih kita dapat temukan disekeliling kita. Mungkin kini keberadaannya mulai tersaingi dengan ‘pohon-pohon lain’ yang berbatang beton. Keistimewaan pohon ini selalu tumbuh dimanapun tempat berada, dalam musim dan berbeda sekalipun.
Hampir seluruh anggota tubuh pohonnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari akarnya untuk obat sakit perut, batangnya untuk tempat dekorasi pembuatan janur ataupun dalam proses mengkremasi mayat. Daunnya untuk pembungkus hingga buahnya yang lezat untuk dimakan ataupun dimasak.
Begitulah harusnya tiap kita, dapat memberikan manfaat bagi orang lain dengan segenap apa yang kita miliki. Beramal dan terus beramal dengan segala kemampuan dan talenta sekecil apapun yang kita punya.

Sebagaimana pohon pisang senantiasa dapat berbuah tanpa mengenal musim. Karena memang ia tak mengenal waktu dalam kebaikan. Tak mengenal masa dalam berbuat kebaikan. Memang seharusnya kontribusi tidak hanya dapat kita berikan pada saat-saat tertentu disaat kita menginginkannya. Karena kontinuitas dalam suatu kebermanfaatan akan senantiasa dapat menjaga stabilitas iman. Sehingga kita tidak mudah tumbang diterpa ‘hama’ yang selalu menggerogotikeikhlasan.

Untuk itu, pohon pisang akan menyimpan cadangan airnya pada musim hujan dan menggunakannya pada musim kemarau. Kita pun demikian, harus mengetahui disaat kita terasa tegar beramal dalam meniti jalan panjang kehidupan ini. Masing-masing kita tentunya pernah merasa sedemikian jenuh dan butuh nasihat dari orang lain ataupun merasa diri sangat dekat dengan sang Khalik. Karenanya manfaatkanlah masa-masa itu, karena tak semua bias kunjung ‘menjenguk’ ketika jiwa kita membuuthkan penyegaran. Simusa ini dalam habitat aslinya selalu hidup berkelompok. Jika ada si musa yang tumbuh menyendiri tentulah karena perbuatan manusia yang jika dibiarkan terus tumbuh akan membentuk komunitas pohon pisang juga. Untuk dapat bermanfaat dan berkontribusi bagi umat dan diri kita sendiri, kita membutuhkan teman sebagai penguat. Kita perlu orang lain untuk memacu dan memicu optimalisasi potensi kebermanfaatan kita.*

Ketika kondisi menuntut kita untuk mandiri, maka ‘ciftakanlah si musa yang lain’ sehingga kita tetap tak sendiri. Ya, untuk mencapai puncak produktifitas kontribusi, kita perlu berjama’ah. Sehingga kontribusi amal kita tak cepat mati. Pohon pisang pun umumnya tak akan mati sebelum ia berbuah. Ia senantiasa meninggalkan tunas-tunas baru sebelum akhirnya ia mati. Sebelum ajal kita tiba, sebelum akhirnya kita harus pergi meninggalkan duniaini, sudahkah kita menyiapkan generasi berkualitas yang dapat meneruskan keberlangsungan konstribusi kita yang lebih baikbagi lingkungan? Sudahkah kita tinggalkan kader-kader unggul yang siap untuk terus beramal dan memberikan kebermanfaatan bagi alam? Jika belum, siapkanlah.
Hidup ini terlalu sempit kalau hanya memikirkan diri sendiri kuliah bagaimana, IP bagaimana, kuliah mau tamat berapa waktu. Ini mah ketik C spasi D alias cape deh. Hidup ini teramat singkat kalau tanpa kebermanfaatan kita bagi orang lain. Dan untuk itu, sebenarnya kita tak perlu sebesar pohon jati ataupun setinggi pohon pinang untuk dapat memberikan manfaat. Yang terpenting adalah kontribusi nyata. Dan biarlah Allah SWT yang akan menilai dan memberikan balasan. “Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Bukhari).
To be continued for danus #2
*Wahyu

C aja



“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhan-mu tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (Surah ke-6 AL-AN’AM: 132)

Ketika UAS sudah masuk sedangkan kondisi aku yang belum siap untuk belajar SKS aduh gimana nih besok ujian tapi aku belum siap untuk semua itu. Lahawula wa kuwwata deh….tapi tidak sekadar itu aku coba untuk menghafal sedikit tapi rasanya baru ± 9 menit ketiduran, maklum jaga kedai sampai jam 11 dilanjutkan nyuci, nyari tugas untuk dikumpul besok ke warnet bang Fauzi yang “gratisan asalkan ikut jaga kalau Abang ngak ada katanya”. Itu bukan gratisan namanya.

---Bangun subuh---
Dipaksakan untuk bisa hapal. Buka kedai, mandi, terus berangkat ke kampus hijau tacinto UNAND tea euy, di Bus kampus saya coba untuk menghapal.
Plok 3x suara telapak tanganku sengajakan beradu sebagai syarat untuk berhenti disimpang fakultas.

---“Ujian, masuk-masuk teriak temanku” hah cengangku---
Beberapa detik sebelum ujian aku persiapkan segalanya, dari mulai bolpoint, pensil, penggaris, kartu ujian. Assalamu’alaikum ada suara menyapa dari mulut pintu yang sedang menganga-- dia berbadan tegap, berambut cepak, pakai celana dasar biru seragam dengan bajunya, berkumis. Hah..aku sangat tercengang, sejak kapan Bu Dr Zaituni Udin berpenampilan seperti cowok punya kumis, berjakun, operasi plastik kali ya (luconku dalam hati). Atau si Ibu ingin berpenampilan beda seperti anak-anak dan remaja sekarang, model cewek tapi kelihatan cowok. Menurutku aneh yang ada bukan modis atau trend.
Ternyata benar memang bukan Bu Dr Zaituni Udin yang datang karena aku sangat berharap sekali beliau tidak datang hari ini supaya aku bias menghapal. Ternyata yang didepan itu adalah Pak Das Bagian Kemahasiswaan yang baru bekerja di Bag Kemahasiswaan yang ditugaskan untuk membagikan kertas quisioner kepada para mahasiswa maklum ‘fakultas sedang mengadakan penjajakan pendapat dari mahasiswa yang diajarinya yang isi didalamnya ada tentang bagaimana cara penyampaian materi oleh dosen, sistem belajarnya, sistem penilaian dan lain sebagainya’.

Ketika aku asyik mengisi quisioner. Jleg berdiri seorang wanita yang perawakannya agak besar, BB sekitar 73-78 kg sepadan dengan berat tubuhku. Tinggi 162 cm-an, kulit agak gelap, mata tajam, tapi otaknya itu berisi. Bu Itun panggilan sehari-harinya sudah di depan mataku.

Ternyata harapanku hilang sudah. Ujian genetika itu jadi. Astagfirullah
Rabbizidni………………………………………………………………fahmaan, do’a itu aku ucapkan. Soal mulai dibagikan, hanya ada beberapa soal yang bisa aku kerjakan dari banyak soal yang di buat Bu Itun. Waktu sudah hampir mulai habis sedangkan memoriku sedikit tersendat-sendat. Waktu ujian habis. Terpaksa dikumpul seadanya. Meninggalkan ruangan dengan tidak bersemangat, laluku buka catatan perkuliahan. B- sudah cukup pikirku.
Beberapa hari setelah ujian nilai ujian genetikaku keluar wah nilai ku mendapat C aja, berarti prasangkaku salah nilai yang aku peroleh lebih jelek dari dugaanku, tapi yang pasti lebih bagus dari pada C-, D, atau E

Semangat, salah satu motto FKI Rabbani Unand waktu kepengurusan Bang Agus Salim aku teringat itu. Dan yang pasti harapan itu masih ada. Aku yakin harapan untuk lulus dengan pujian masih ada. Zen say ‘harapan itu masih ada’ adikku.
Waktu dikedai aku lihat Surat Al-An’am ayat 132, dan aku ibaratkan* derajat disini sebagai nilaiku yang C- karena ketidaksiapan aku untuk ujian tersebut, persiapan belajarnya kurang. So bagi yang membaca sipatku yang satu ini jangan ditiru tapi jadikanlah pelajaran.
*pemisalan aku sendiri, mohon dimaklum pd ahli agama

Rabu, 31 Desember 2008

“SOAL UJIAN AKHIR II’’ MAGANG Ujian Tertulis FSI FATERNA

; Sabtu, 27 Desember 2008
Aturan Pelaksanaan:
1. Mulailah dengan membaca “BASMALLAH”
2. Jawablah soal yang mudah terlebih dahulu
3. Durasi waktu 60 menit
4. Tulislah nama, No BP disebelah kanan
5. Selamat menjawab semoga ALLAH memberikan kemudahan,akhiri dng “ALHAMDULILLAH”
NAMA :____________________
NO. BP:____________________

I. PENGETAHUAN UMUM
Khalifah setelah Abu Bakar_______________. Tidak (dlm Bhs Arab)_________. Orang yang mendekat ketika Rasullullah sakaratul maut dan mendengar beliau berucap ummatii sebanyak 3 kali_______________. Puteri Nabi Muhammad______________.Defartemen di FSI yang berhubungan dengan dunia muslimah (cewek(bhs gaul))___________.Sebutkan 8 macam produk Amerika_______,____________,____________,_____________,___________,______
_____,______________,_______________. Bertugas untuk menumbuh kembangkan kader agar forum berkualitas sebagai generasi penerus adalah defartemen______________.
Mata uang Palestina_________.Berapa lama Al-Qur’an diturunkan ke bumi_________________.Surat dalam Al-Qur’an yang artinya Binatang Ternak________











Ii.PILIHAN GANDA (Berikan tanda (x) pd jawaban yg dianggap benar



























I. TEKA-TEKI SILANG



























II. ESSAI (Jawab dengan singkat dan jelas)
1.Apa ciri-ciri generasi rabbani?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
2. Tulis beberapa potret suram generasi pada masa kini? (min 2 kasus)
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

3. Peran pemuda/i menurut Saudara/i?
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

4. Setelah menjawab soal no. 3 diatas, perubahan apa yang ingin Saudara/i lakukan?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


5.Sebutkan apa itu manusia paripurna dan apa ciri-cirinya?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

6. Apakah Saudara/I berminat masuk FSI FATERNA, apa alasannya?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________





Syukron jazakumullahkhoiron katsiron
Silahkan gunakan halaman belakang jika masih diperlukan

Selasa, 30 Desember 2008

My Name, My Born and My Muharram 1430 H

Assalamu’alaikum Saudaraku. Happy new year 1430 H. Mari intropeksi diri u/ membuat hasil yang lebih baik, hendaknya kita tepat pilih apa yang harus kita rayakan. Salam dan sambut MUHARRAM 1430 H…SMS masuk jam 17:14:43 dari no 08526521xxxx

Diselingi beberapa menit……20:15:09

Tit..tit HP ku berbunyi..kotak masuknya ku buka..As. Begitu banyaknya pasir dipantai, namun lebih banyak nikmat yang diberikan kepada qt. Semoga qt orang yang bersyukur. Selamat tahun Baru Islam 1430 H dari no 08126750xxxx.

Bulan Muharram bulan yang penuh history didalamnya. Sejarah Islam dan tentunya sejarah tentang kelahiranku. Bergantinya tahun baru dari 2008 ke 2009 M atau dari 1429-1430 H tidak akan pernah aku lupakan, karena apa?
“Baheula 19 taun ka tukang (dahulu 19 tahun kebelakang) tepatnya di Kiaraeunyeuh RT 03 RW 05 Desa Banyusari Kec Katapang Bandung 40971 aku minta keluar dari rahim seorang wanita pada tengah malam jam ½ 1-an malam yang sekarang menjadi ibuku yang aku cintai dan aku kasihi.

“Ibumu merasa sakit perut dari sore hingga akhirnya malam sampai pecah kantung ketubannya dan berdarah, ada tetangga yang menolong memanggil paraji/dukun beranak karena lokasi tempat tinggalnya yang dekat daripada bidan atau dokter yang jaraknya jauh dan susah dihubungi belum banyaknya HP semudah sekarang layaknya. Disaat kondisi ibumu yang terus banyak mengeluarkan darah dan dalam keadaan yang gelap karena mati lampu sehingga susah dan harus ekstra hati-hati dalam melangkah apalagi rumah pada waktu itu adalah rumah nenekku yang sempit yang cocok dihuni oleh beberapa orang saja. Ayahmu kalangkabut aduk gimana nih, ada yang menyarankan lebih baik kamu tenang dan terus berdo’a sambil disuruh nyari mobil untuk pergi ke Bidan yang terdekat. Kakak-kakaku pada nangis entah karena apa mereka menangis apa karena takut gelap atau prihatin pada Ibumu yang sedang mempertaruhkan hidup dan matinya. Dan ia harus rela jika menelan pil sebotol sekalipun ia harus berani siapa yang harus mati dia atau kamu. Hujan gerimis membasahi jalan-jalan, halaman, kebun dan genting-genting rumah sekitar ibuku tinggal. Ibu paraji belum juga datang kain samping banyak darah… ayah semakin khawatir belum mendapatkan mobil untuk pergi ke Bidan atau rumah sakit jika keadaan ibumu semakin genting. Barulah mak paraji datang dan langsung melayani proses kelahiranku. Kepala ubun-ubunku yang hangat, mungil, merah dan ada rambutnya sedikit tampak terlihat. Ah…mak nggak sanggup kayaknya bayinya besar mendingan di bawa ke bidan Ety aja yang ada di Pangauban Kec Katapang. Tanpa basa-basi ibumu diangkat kelangsung kemobil dengan darah terus keluar. Sampai tiba di Bidan Ety ibumu dimarahi dan yang mengantarkannya kesana “Kenapa bangkai dibawa kemari tidak ke Rumah Sakit saja, sudah parah begini baru dibawa…kalo terjadi apa-apa gimana…?
Dengan cepat Bu Bidan menangani ibumu, Alhamdulillah kamu telah keluar dengan selamat tanpa cacat satu anggota tubuh pun. Tapi kondisi ibumu semakin parah karena terus mengeluarkan banyak darah, sedangkan yang terakhir/bali/kantung plasenta/tempat duduk bayi belum juga keluar akhirnya Bu Bidan mengeluarkannya. Akhirnya keduanya selamat. Ea…ea…ea kamu terus menangis, dah pipi ibumu pula basah dengan Kristal-kristal air mata, setelah ditimbang ternyata berat badanku memang besar 3,7 lebih, kata Bibiku ceritanya”.

Sehingga akhirnya aku tumbuh dewasa, dan aku tanyakan langsung sama kedua orangtuaku yang sekarang Alhamdulillah wasyukrilillah masih ada nan jauh disana terhalangi bukit, gunung, lautan di Jawa Barat. Ternyata emang benar apa adanya seperti itu, harusnya Ibumu melihat, berpartisipasi dalam perayaan 17 Agustusan ini ngurus kamu yang lahir 18 Agustus 1989, nama kepanjanganmu juga diambil dari bulan Hijriah yakni muhar amnya dihilangkan jadi muhar, bulannya Masehi Agustus….Jadi nama lengkapku Agus Lan Muhar, tapi sama halnya dengan kebanyakan orang di raport dan ijazahku nama tengahnya ngak ada jadi sampai sekarang namaku ‘Agus Muhar’

SYAIR ILMU

Tiada kemulian kecuali bagi ahli ilmu
Mereka pemandu di jalan hidayah bagi pencarinya’ni
Nilai setiap orang itu tergantung apa yang dia tekuni
Sedangkan orang yang bodoh terhadap berilmu memusuhi
PENYAIR LAIN BERKATA:
Orang yang berilmu dipandang sebagai petinggi bangsa
Meskipun tak tergolong bangsawan
Di bumi mana pun ia tinggal, tetap hidup dengan ilmunya
Dan seorang berilmu takkan asing dinegeri manapun

Sedangkan Imam Syafi’i-rahimahullah-menggubah sebuah syairnya:
Belajarlah! Karena tak seorangpun dilahirkan berilmu
Dan tidaklah orang berilmu seperti orang yang bodoh
Biarpun pembesar bangsa, tapi tak berilmu
Ia kecil, ketika pasukan mengepungnya
Biarpun orang kecil tapi berilmu
Ia besar, ketika banyak orang merujuk kepadanya**
**Diwan Asy Syafi a hal 69

Berharap dalam Keraguan



Firman Utina melaksanakan tugasnya dengan baik. Tendangan kaki kanannya mengakhiri drama adu penalti melawan klub Ulsan Hyundai dari Korea Selatan.

Tiket final turnamen sepakbola Grand Royal Challenge di Myanmar pun direbut pasukan Benny Dollo itu. Partai semifinal yang berlangsung di Stadion Thuwunna Youth Training Center tersebut berujung dengan skor 4-3 setelah 0-0 di waktu laga normal.

Tim nasional tuan rumah, Myanmar, sudah menunggu di final setelah menyingkirkan tim muda Malaysia. Partai final berlangsung Jumat (21/11) dengan sikap yang penuh keraguan.

Disebut meragukan sebab di babak penyisihan Grup A, langkah Indonesia kurang mantap walau mengalahkan Bangladesh 2-0. Di partai berikutnya Bambang Pamungkas cs. malah harus keluar lapangan dengan kepala tunduk setelah kalah 1-2 dari Myanmar.

Dewi fortuna memang hinggap di ubun-ubun Markus Horison. Jaring kiper kita ini tiga kali gagal dijebol Pasukan Ginseng dari titik penalti. Satu melenceng ke sebelah kanan, satu membentur mistar, dan sekali berhasil diblok kiper asal Medan itu.

Menyaksikan laga Charis Yulianto dan kawan-kawan yang disiarkan secara langsung oleh RCTI belum memberikan rasa nyaman. Secara tim, para pemain belum dapat bekerja sama saat bertahan maupun menyerang. Masih sering terjadi kesalahan elementer seperti saat melepaskan umpan.

Boleh jadi memang ini akibat dari terbatasnya waktu bagi Benny menerapkan strategi. Para pemain, walau sudah memasuki fase profesional, secara fisik dan mental belum 100 persen. Liga kita masih belajar untuk bersikap pro.

Menyoroti sepakbola Indonesia membuat dahi kadang berkerut. Dengan alasan demi kepentingan nasional, kompetisi reguler dihentikan, terutama klub yang pemainnya dipanggil masuk tim nasional.

Jadwal kompetisi dengan jadwal tim nasional belum dapat diatur secara sinkron. Benturan kepentingan timnas dengan agenda rutin membuat beberapa klub berteriak. Cukup masuk akal sebab menghentikan sementara kompetisi berdampak pembengkakan biaya.

Sudah berulang kali persoalan ini dicarikan solusinya, tapi sejauh ini selalu terbentur jalan buntu. Apa boleh buat, agenda tim nasional mengakibatkan penghentian cukup lama.

Setelah turnamen di Myanmar, timnas masih akan melanjutkan pemusatan latihan. Ponaryo Astaman cs. tengah dipersiapkan mengejar target besar di pengujung tahun ini. Mereka akan terjun ke Piala AFF, yang akan berlangsung di Indonesia dan Thailand, 5-28 Desember.

Kompetisi reguler memang bertujuan untuk menciptakan kesebelasan nasional yang tangguh. Namun, jika kompetisi terbengkalai karena alasan kepentingan lebih tinggi, juga tidak relevan.

Pasti ada yang salah dari konsep antara AFC dengan konsep kita. Setidaknya tergambar dari pengaturan jadwal kompetisi lokal yang berbenturan dengan kalender AFC, dalam hal ini organisasi sepakbola Asia Tenggara.

Jika memang kita tunduk pada pemahaman bahwa kalender AFC maupun AFF lebih diprioritaskan, maka harus dicarikan solusi. BLI sebagai badan yang mengatur kompetisi lokal sedianya meninjau kembali jadwal agar sinkron dengan kalender FIFA, AFC, dan AFF.

***


Kembali berbicara soal tim asuhan Benny, yang menyandang tugas berat menjuarai Piala AFF. Dari penampilan di Myanmar, sejujurnya saya katakan masih sangat rapuh. Belum terlihat keistimewaan dari segala lini yang menjadi sumber optimisme.

Penampilan 2 x 45 menit ditambah 2 x 15 melawan Ulsan Hyundai membuat mata letih mengikuti jalannya pertandingan. Ismed Sofyan dan rekan-rekan seolah bosan bermain dan menunggu waktu segera berakhir. Tidak ada terobosan maupun kreasi brilian menjebol gawang lawan.

Sering terlihat para pemain salah dalam penguasaan bola sehingga mudah direbut musuh. Yang namanya team work juga belum menonjol. Akibatnya pemain seperti berlaga tanpa koordinasi apik.

Kalah dalam pertemuan pertama dari Myanmar ada catatan tersendiri. Ketika itu, Indonesia main dengan 10 orang setelah Muhammad Roby terkena kartu merah. Ada lagi alasan lainnya, pelatih menurunkan para pemain pelapis.

Bagaimana dong peluang di final?

Kadung sudah masuk ke partai akhir. Mau tidak mau, untuk mengangkat moral tim dan menumbuhkan rasa percaya diri, Benny bakal menurunkan semua pemain inti.

Walau demikian, pelatih tentu punya pemikiran tersendiri. Pelatih asal Bolaang Mongondow ini harus mempertimbangkan pencapaian target lebih tinggi, yaitu juara Piala AFF.

Piala AFF, yang dulu dinamai Piala Tiger, berlangsung sekali dua tahun. Kali ini Indonesia berada satu grup dengan juara bertahan Singapura, ditambah Myanmar dan Kamboja. Grup lain diikuti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Laos. Final berlangsung secara home and away pada 24 dan 28 Desember.

Banyak pelajaran yang dicatat Benny selama mengikuti turnamen di Myanmar. Semoga saja apa yang diperagakan para pemain di sana baru mencapai 75 persen dari kemampuan sesungguhnya.

Mengikuti turnamen secara penuh dapat menimbulkan dampak positif sekaligus negatif. Bisa jadi tenaga pemain terkuras atau sebaliknya, menuju titik kulminasi kemampuan ke target utama.

Apakah timnas kita ini berwarna buram atau cemerlang, masyarakatlah yang menjadi saksi.



written by Ian Sitomurang.
"seperti yang dimuat dalam BOLA-Tabloid Olahraga,edisi 02101108"

Senin, 29 Desember 2008

Berdialog Dengan Hatiku di Republik Jiwa

Wahai hatiku yang selalu gundah gulana, janganlah kau berlama-lama dalam kegundahan, aku tak kuat menahan kegundahanku ini. Aku ingin hatiku tenang untuk dapat menyelam ke samudra keagungan Allah SWT.. Namun kau selalu saja membuat kegundahan dijiwaku. Apakah kau mengetahui bagaimana keinginanku untuk masa depan yang bermula dari usahaku sekarang ini. Jika kau terus menaruh kegundahan dalam hatiku, maka aku akan celaka. Aku akan terperosok ke lubang yang selama ini aku berusaha untuk menghindarinya. Ah…percuma aku berbicara denganmu, yang ku butuhkan adalah kebangkitan bukan keterpurukan akibat kegundahanku ini.

Wahai hatiku, bekerjasamalah dengan otakku, agar kau tidak hanya mengedepankan perasaan saja tetapi juga mengedepankan akal pikiran. Jadilah dua sejoli dengan otakku agar kau merasa tenang ditemani oleh makhluk yang berbeda karakter denganmu itu. Jadilah kawan akrab yang akan menguntungkan bagi seluruh tubuhku. Berjalanlah bersama-sama, jangan ada yang saling mendahului dan jangan pula ada yang saling membelakangi. Bekerjasamalah layaknya klub sepakbola yang selalu memenangkan seluruh pertandingan yang diikutinya.


Wahai hatiku, jadikanlah perasaanmu ini perasaan yang lembut lagi indah. Jangan kau sekali-kali mengungkapkan kemarahanmu. Dan jangan pula sekali-kali kau berburuk sangka kepada orang yang baik-baik. Apakah kau takut akan kehilangan kebahagiaan, apakah kau takut akan kehilangan kenikmatan, dan apakah kau takut akan kehilangan keindahan. Janganlah kau takut, karena ada yang Maha Dekat, yaitu Allah SWT., mintalah kepada Beliau, insya Allah akan tentramlah jiwaku ini.


Wahai hatiku yang kukagumi. Marilah membangun jiwaku seperti sebuah pemerintahan. Kau adalah wakil presidennya dan otak adalah presidennya. Kau mempunyai kehendak maka tanyakanlah dulu dengan presidenmu apakah itu baik atau tidak. Jika baik maka suruhlah mentri-mentri yang terkait dengan keinginanmu itu. Namun jika buruk maka tahanlah, janganlah kau paksakan diri, jika kau paksakan diri akan mengakibatkan bencana bagimu, bagiku dan bagi kita semua. Jadikanlah tubuh ku sebagai Negara yang tentram dan meyejukkan. Jangan kau jadikan tubuhku menjadi tubuh yang penuh dengan api dan kebisingan hidup.


Wahai hatiku, apakah kau tidak tau betapa pentingnya kau di anggota tubuhku. Walau pun kau kecil, namun kau adalah segalanya. Ketika aku beribadah kepada Allah SWT. dengan hati yang terpaksa maka ibadahku pun kacau. Tetapi jika aku beribadah kepada Allah SWT. dengan ikhlas maka ibadahku pun penuh dengan makna dan keindahan. Ikhlaskanlah segala hal tentang kebaikan, dan jangan kau ikhlaskan segala hal tentang keburukan. Keburukan yang nyata-nyata akan menerpa mu dan menerpa seluruh personil tubuhku, yang lambat laun akan mengeras seperti batu hingga sulit sekali diluluhkan dengan berbagai siraman dan rayuan rohani.


Wahai hatiku, mari bersama-sama dengan ku untuk selalu mengagungkan asma Allah SWT. walaupun mentri bicara yaitu mulut masih enggan untuk melafazkan asma Allah SWT.. Kau harus nya memberi contoh kepada mulut untuk selalu berzikir setiap waktu dan setiap saat. Jangan kau hanya berkehendak saja namun kau tidak menjalaninya sama sekali. Dakwah yang paling mujarab adalah dakwah dengan perbuatan, uswatun hasanah, bukan dakwah yang hanya keluar dari kehendak saja namun tidak kau kerjakan, sungguh naïf sekali wahai hati.


Wahai hatiku olahlah negrimu ini menjadi negri yang baldatun tayyibatun wa robbun gofur. Yang ketika kau mendapatkan kenikmatan dari Allah SWT. kau bersyukur kepadanya dan ketika kau mendapatkan cobaan dari Allah SWT. kau bersabar dengan ujian itu. Kenikmatan yang tak pernah lelah terputus yang diberikan oleh Allah SWT., yang kadang kau ingkari kenikmatannya. Ujian yang kadang melanda didatangkan khusus kepada Negara kita, yang kadang kau su’udzon kepada Allah SWT. tentang ujian ini, sehingga kau lelah dan lelah untuk selalu merasa dan mengatur.


Yuk!! Bersama-sama dalam kehidupan yang lebih indah, kehidupan penuh makna dengan hati yang bercahaya dan beraura. Semoga engkau selalu bahagia di dalam jiwaku yang terkadang rapuh dan terkadang kuat ini.

Pertama kali


Kalimat ini yang pantas saya ucapkan, ketika Alhamdulillah saya bisa membuat weblog yang sederhana ini dengan banyak bantuan dari yang lainnya

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang" Arti Basmallah

"Semoga keselamatan menyertai kamu sekalian dan Allah senantiasa memberikan berkahnya kepadamu" Arti Salam

Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.

Dengan ini mudah-mudah weblog ini tetap langgeng dan memberikan khasanah ilmu bagi semua. Amin